Putri Koster Minta Kader Posyandu Peka Persoalan Warga, Tak Hanya Fokus Kesehatan
KataBali.com – BANGLI — Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong kader Posyandu semakin peka dan proaktif mengenali berbagai persoalan masyarakat di lingkungannya. Peran Posyandu kini tidak lagi sebatas pelayanan kesehatan, tetapi telah bertransformasi mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Pesan tersebut disampaikan Putri Koster saat melaksanakan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menyasar 104 kader Posyandu di Desa Abuan, Kecamatan Susut, dan Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli.
Selain memberikan apresiasi, setiap kader menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.
Putri Koster menjelaskan, enam bidang SPM yang menjadi cakupan Posyandu meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Untuk memudahkan kader mengingatnya, ia memperkenalkan singkatan P3K ST.
Kader Harus Jadi Penghubung Warga dan Pemerintah
Menurut Putri Koster, transformasi tersebut menuntut kader memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap kondisi masyarakat. Jika menemukan warga mengalami persoalan pendidikan, misalnya, kader dapat membantu memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel.
Termasuk bagi warga yang memiliki potensi melanjutkan pendidikan tinggi, kader dapat mengarahkan masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan Program 1 Keluarga 1 Sarjana Pemprov Bali.
Kepekaan juga diperlukan terhadap persoalan sosial maupun ketenteraman dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Kader tidak harus menangani langsung, tetapi mencatat, mendata, dan meneruskan persoalan tersebut melalui jalur koordinasi yang tepat.
“Posyandu sekarang cakupannya lebih luas. Kader harus peka melihat persoalan masyarakat dan membantu menghubungkan kebutuhan warga dengan pelayanan pemerintah,” ujar Putri Koster.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyebutkan terdapat 370 Posyandu di 68 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Bangli. Ia menilai sosialisasi transformasi Posyandu perlu terus diperkuat agar kader memahami peran barunya.
Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menegaskan kader bukan eksekutor seluruh layanan enam SPM. Kader berperan mendata persoalan masyarakat dan menyampaikannya kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel dan instansi terkait sesuai kewenangan.
“Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.
Melalui aksi “Membina dan Berbagi”, TP Posyandu Provinsi Bali berharap penguatan kapasitas kader dapat membuat transformasi Posyandu semakin nyata, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan dasar yang dibutuhkan. (*)

