Dinkes Bali Pastikan Belum Ada Kasus Zika, Masyarakat Diminta Tetap Waspada


KataBalicom – DENPASAR — Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Zika terkonfirmasi di wilayah Provinsi Bali. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya pemberitaan mengenai Travel Health Notice Level 2 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat terkait peningkatan kasus Zika di Bali.


Kepastian tersebut berdasarkan data surveilans rutin yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta rumah sakit di seluruh Bali. Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersama Kementerian Kesehatan RI tetap mengapresiasi sistem peringatan dini global tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus penguatan kewaspadaan kesehatan di Bali.

“Sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus terkonfirmasi Zika di Provinsi Bali. Namun, informasi dan peringatan dini global tetap menjadi perhatian kami untuk memperkuat kewaspadaan dan sistem deteksi dini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes.


Zika merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang juga menjadi vektor sejumlah penyakit arbovirus lainnya, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejala Zika antara lain ruam, demam, mata merah, nyeri otot dan sendi, lemah serta sakit kepala.
Gejala tersebut umumnya muncul setelah masa inkubasi sekitar 3–14 hari dan biasanya berlangsung selama 4–7 hari.
Meski belum ditemukan kasus terkonfirmasi, Dinkes Bali mengimbau masyarakat maupun wisatawan domestik dan mancanegara yang berada di Bali agar tidak mengabaikan upaya pencegahan.
Masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menggunakan losion antinyamuk, kelambu atau obat nyamuk lainnya.


“Kewaspadaan tetap penting. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3M Plus sebagai langkah pencegahan terhadap gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jika mengalami gejala yang mengarah pada Zika, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” kata Anom.


Sebagai langkah proaktif, Kementerian Kesehatan bersama Dinkes Provinsi Bali juga meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem deteksi dini di berbagai fasilitas kesehatan.
Penguatan tersebut mencakup peningkatan kapasitas laboratorium dan jejaring surveilans untuk virus Zika serta arbovirus lainnya, termasuk pemeriksaan PCR dan serologi di laboratorium daerah maupun rujukan nasional.


Selain itu, kewaspadaan juga ditingkatkan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan melalui Health Quarantine, disertai intensifikasi pemantauan gejala demam, ruam dan nyeri sendi di puskesmas maupun rumah sakit.


Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah memastikan perkembangan situasi terus dipantau. Masyarakat diimbau tetap tenang, namun tidak mengabaikan langkah pencegahan dan segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan. hb

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *