Low Season Tak Surutkan Kinerja, Okupansi Griya Santrian Tembus 80 Persen dan Cetak Rekor
KataBali.com – DENPASAR – Di tengah periode low season dan dinamika global yang memengaruhi industri pariwisata, tingkat hunian di Griya Santrian justru menunjukkan performa impresif. Sepanjang Maret 2026, hotel yang berlokasi di kawasan Sanur ini mencatat rata-rata okupansi mencapai 80 persen.
Resident Manager Griya Santrian, I Gusti Arta Wibawa, mengungkapkan bahwa capaian tersebut mencerminkan permintaan yang tetap kuat, terutama dari wisatawan mancanegara yang menjadikan Sanur sebagai destinasi utama selama berlibur di Bali.
“Di tengah low season, angka ini tergolong sangat baik. Bahkan sebelumnya, pada Februari, okupansi sempat menyentuh 82 persen, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang operasional hotel,” ujarnya saat ditemui, Rabu (29/4/2026).
Capaian tersebut sekaligus menegaskan daya saing kawasan Sanur yang tetap diminati wisatawan, khususnya bagi mereka yang mencari suasana lebih tenang dan nyaman dibandingkan destinasi lain di Bali.
Pasar internasional masih menjadi tulang punggung tingkat hunian, dengan wisatawan asal Australia dan Eropa mendominasi. Negara seperti Belanda, Jerman, dan Prancis tercatat sebagai penyumbang utama jumlah tamu.
Selain itu, tingginya okupansi juga ditopang oleh loyalitas tamu yang kembali (repeater guest). Banyak wisatawan yang secara rutin menginap setiap tahun, bahkan lebih dari satu kali dalam setahun.
“Kedekatan antara tamu dan staf menjadi nilai lebih. Mereka datang bukan hanya untuk fasilitas, tetapi juga pengalaman pelayanan yang sudah mereka kenal,” jelas Arta Wibawa.
Di sisi lain, faktor global turut memberi dampak tersendiri. Konflik di kawasan Timur Tengah, misalnya, mendorong sebagian wisatawan untuk memperpanjang masa tinggal akibat kendala penerbangan. Perpanjangan inap tersebut berkisar antara tiga malam hingga satu minggu.
“Kondisi ini ikut berkontribusi terhadap peningkatan okupansi sekaligus menambah pendapatan hotel,” tambahnya.
Secara umum, Sanur dinilai masih menjadi salah satu destinasi paling stabil di Bali dalam hal tingkat hunian hotel. Kombinasi antara pasar loyal, lokasi strategis, dan karakter kawasan yang khas membuatnya tetap kompetitif di tengah persaingan industri perhotelan.
Ke depan, manajemen Griya Santrian optimistis tren positif ini dapat terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas layanan dan pengalaman tamu, seiring dengan upaya menjaga konsistensi standar pelayanan yang telah menjadi ciri khas hotel tersebut. **

