Cegah Erosi dan Abrasi, Kodam IX/Udayana Tanam 35.950 Bibit Pohon Mangrove

KataBali.com – DENPASAR – Untuk mencegah erosi dan abrasi di pantai, juga sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi berbagai jenis satwa di pesisir dan lautan, serta merupakan potensi sumber daya alam sebagai kebutuhan sehari-hari, utamanya masyarakat sekitar, Kodam IX/Udayana menanam 35.950 bibit pohon mangrove di wilayah Bali Nusra.

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, SH, mengatakan, Kodam IX/Udayana berpartisipasi untuk mendukung pelaksanaan KTT G20 tahun 2022 melalui penghijauan dengan penanaman mangrove di wilayah Kodim 1611/Badung (4.000 bibit pohon), Kodim 1617/Jembrana (5.000), Kodim 1620/Lombok Tengah (21.950), dan Kodim 1612/Manggarai (5.000).

Hal ini disampaikan Danrem 163/Wira Satya dalam sambutannya pada acara penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Mangrove Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutla (BPPIK) wilayah Jawa, Bali-Nusra, di Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Selasa (28/12/2021).

Keberadaan hutan mangrove yang dibangun sejak tahun 2003 ini akan dijadikan percontohan rehabilitasi ekosistem mangrove di provinsi lain. Hal ini tentu membanggakan dan mampu berpadu menjadi wahana pendidikan, edukasi, pariwisata hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Selain mencegah abrasi air laut, buah mangrove bisa dijadikan sebagai sumber pangan lokal baru, sehingga peluang usaha bisa terbuka, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Batu Lumbang bekerjasama dengan pemerintah daerah dan ibu-ibu PKK setempat telah mengembangkan produk dari pohon mangrove, yaitu berupa makanan ringan, teh, dan kopi yang lulus uji BPOM dan mempunyai banyak peminat di pasar lokal,” jelas Jenderal Husein Sagaf.

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster yang diwakili Kadis DLHK Provinsi.Bali, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, MSc Kapolda Bali Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra, SH, MSi, Ketua DPRD Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Kodam IX/Udayana, Danlanal Denpasar, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, LO AL, LO AU, para Asisten Kasdam IX/Udayana, para Muspika, Ketua Kelompok Nelayan, Ketua Kelompok Peduli Sungai, Forum Peduli Mangrove, serta para tamu undangan terkait lainnya

Saat mendampingi Pangdam IX/Udayana, Kapendam IX/Udayana Letkol Kav Antonius Totok YP, SIP., menyampaikan, Gerakan Jaga Alam dan Air (Gejala) yang dicetuskan Kodam IX/Udayana di wilayah Bali Nusra, ternyata sangat berguna untuk menjaga kelestarian lingkungan maupun mengurangi dampak akibat pemanasan global. Sehingga menjaga kelestarian lingkungan menjadi suatu keharusan bersama sebagai upaya untuk tetap terjaganya keseimbangan ekosistem.

Tidak hanya pohon nangrove kata Kapendam, Kodam IX/Udayana dan jajarannya juga menanam pohon keras dan pohon produktif sebanyak 8.790 pohon di wilayah Kodim 1609/Buleleng (5.830), Kodim 1612/Manggarai (seribu), Kodim 1602/Ende (250), Kodim 1625/Ngada (250), dan di wilayah teritorial Brigif 21/Komodo ditanami 1.460 pohon.

Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, SSos, MSi, menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk wujud kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan alam untuk menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah peisisir. Melalui gerakan ini diharapkan mampu memberikan semangat untuk lebih mencintai lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah peisisir, serta bertujuan sebagai pilar penyangga kehidupan dalam mencegah pemanasan global dan perubahan iklim.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kodim 1611/Badung dan merupakan program Kodam IX/Udayana yang dicanangkan Presiden RI Ir H Joko Widodo untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah pandemi Covid-19, melalui penanaman mangrove. (oko)

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *