HIPKA Bali Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat UMKM dan Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
KataBali.com – DENPASAR – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) resmi mengukuhkan jajaran Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Provinsi Bali beserta Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPKA kabupaten/kota se-Bali dalam sebuah prosesi pelantikan yang dirangkaikan dengan Forum Bisnis di ASA Coffee & Resto, Renon, Denpasar, Kamis (23/7).
Mengusung tema “Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional melalui Kolaborasi UMKM, Kepemudaan, dan Pariwisata Berdaya Saing Global”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi pengusaha KAHMI di Bali untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelantikan dihadiri Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA H. Kamrussamad, Ph.D., Ketua BPW HIPKA Bali Habib Setyo Prayogo, jajaran pengurus HIPKA se-Bali, serta sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Balinusra, OJK Provinsi Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, tokoh pengusaha Bali Made Muliawan Arya, serta perwakilan KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP HIPKA H. Kamrussamad menegaskan bahwa Bali masih memiliki ruang yang sangat besar untuk mengembangkan sektor usaha. Menurutnya, keberhasilan industri pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kekuatan ekosistem usaha yang menopangnya, terutama pelaku UMKM.
“Potensi bisnis di Bali sangat besar dan masih terbuka luas. Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung sektor usaha yang kuat. Salah satu contohnya, banyak kedai kopi di Jakarta yang menyajikan kopi Kintamani. Ini menunjukkan bahwa produk lokal Bali memiliki kualitas, daya saing, dan peluang pasar yang sangat besar,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pengusaha yang tergabung dalam HIPKA untuk membangun kolaborasi, memperkuat inovasi, serta menciptakan ekosistem usaha yang mampu meningkatkan daya saing UMKM hingga menembus pasar nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua BPW HIPKA Bali, Habib Setyo Prayogo, menyatakan komitmennya menjadikan HIPKA Bali sebagai wadah strategis bagi para pengusaha KAHMI dalam memperkuat ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah, regulator keuangan, dunia perbankan, serta sesama pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan di Bali.
“Kami ingin HIPKA Bali menjadi rumah besar bagi para pengusaha KAHMI untuk saling menguatkan, membuka peluang usaha baru, memperluas jaringan bisnis, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Bali,” kata Habib.
Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Bisnis yang menghadirkan diskusi mengenai strategi memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, percepatan digitalisasi usaha, hingga peluang kolaborasi dalam memperkuat ekonomi daerah.
Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan kerja sama konkret yang tidak hanya memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, tetapi juga mendukung terwujudnya Bali sebagai daerah dengan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global. at

