Gubernur Pastika Bantu Pasutri Tunanetra Asal Buwit Tabanan

 

KataBali.com – Pemberitaan pasangan suami istri  tunanetra dengan kondisi kurang mampu mendapat perhatian dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang mengutus Tim Biro Humas  Pemprov untuk mengunjungi pasangan tersebut yang beralamat di Banjar Buwit Kaja, Desa Pakraman Buwit, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Jumat lalu (30/09). Adalah pasangan Wayan Werna (38th) dan Ni Nyoman Namiasih (38th) yang memiliki kekurangan tidak bisa melihat (tuna netra), dengan kondisi ekonomi rumah tangga yang serba kekurangan.

 

Pada saat ditemui, Nyoman Namiasih menceritakan bahwa dirinya dan sang suami memang tidak bisa melihat sejak kecil, dan jalinan hubungan mereka dimulai sejak mereka mengikuti kursus di Panti Sosial Bina Netra Mahatmia pada beberapa tahun silam yang selanjutnya mengantarkan mereka menjadi sepasang suami istri. Ia mengakui bahwa kehidupan mereka serba kekurangan, dimana saat ini Ia masih tinggal bersama mertua (I Ketut Mendra & Ni Nyoman Senking).

 

Dalam kehidupan sehari-hari, pemenuhan kebutuhan diperoleh  dari menjual porosan (perlengkapan upacara-red), yang mana hasilnya sekitar Rp.50.000, hanya mampu memenuhi kebutuhan makan dan minum. Namiasih juga menceritakan bahwa, dengan berbekal tongkat Ia dan suami rela berjalan kaki menyusuri jalan sekitar rumah hingga sampai beberapa ruas jalan di Tabanan untuk mendapatkan pembeli porosan. “ Saya dan suami menjual porosan dengan berjalan kaki menyusuri jalan di sekitar rumah, kadang-kadang sampai di canggu untuk mencari pembeli, dagangan kami kadang laku dan kadang juga tidak laku”, ujarnya.

 

Disamping itu, Namiasih juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2014 Ia telah melahirkan seorang anak Perempuan bernama Ni Luh Wina Lestari dengan kondisi normal, namun ketika sang anak baru berumur 1,5 bulan mengalami sesak nafas yang kemudian tidak dapat tertolong kerana penanganan medis yang lambat.

 

Pasangan ini berharap dapat membangun panti pijat, mengingat Ia dan suaminya memiliki keahlian dalam memijat. Ia berharap, Pemerintah dapat membantunya mewujudkan keinginan tersebut sehingga ia dan suaminya tidak perlu lagi berjalan kaki menyusuri jalanan kota dengan resiko tinggi.

 

“Saya tidak meminta suatu hal yang lebih  kepada Pemerintah, saya hanya ingin dibantu untuk membangun Panti Pijat agar saya dan suami bisa mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari”, ungkapnya.

 

Sementara itu, Tim Biro Humas yang didampingi oleh Perbekel Desa Buwit  I Wayan Pugeh, membenarkan bahwa kedua pasangan tersebut masuk ke dalam Rumah Tangga Miskin (RTM). Selama ini, dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Desa telah menyalurkan bantuan  Beras Miskin (Raskin) serta memfasilitasi dalam pengurusan kartu JKBM.

 

Senada dengan pasangan ini Ia berharap Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi dapat mendukung agar kehidupan mereka menjadi lebih baik. Selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa selain Wayan Werna, di Desa Buwit sendiri masih terdapat RTM yang berjumlah 197KK dari jumlah 639 KK. Ia juga berharap dengan program-program pembangunan yang selama ini telah diterima oleh masyarakatnya dapat segera mengurangi jumlah RTM di Desanya.

 

Pada momentum tersebut, untuk meringankan beban keluarga Wayan Werna dan Nyoman Namiasih, Gubernur Bali melalui Tim Humas kala itu menyerahkan batuan sementara berupa sejumlah uang tunai. Sedangkan, untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Tindakan responsif ini juga diharapkan menggugah kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan.(JCHBl)

 

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *