Bupati Sidak Proyek Fisik di Wilayah Selatan, Kejar Pelebaran Simpang hingga Penanganan Banjir Kuta

KataBali.com – BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah proyek fisik di wilayah Badung Selatan, Minggu (1/11). Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan sekaligus mengevaluasi sejumlah kendala di lapangan.

Sejumlah proyek yang dipantau meliputi pelebaran simpang Jalan Imam Bonjol-Sunset Road, pembangunan rumah pompa di Bendung Gerak Tukad Mati Kuta, pelebaran simpang Jalan Siligita, pedestrian Jalan Pantai Kuta, serta pembangunan drainase di Jalan Dewi Sri, Kuta.

Didampingi Kepala Dinas PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa, Adi Arnawa mengatakan progres sejumlah proyek tersebut sudah berjalan cukup baik. Ia berharap pelebaran simpang Imam Bonjol dan Siligita dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus memperlancar arus lalu lintas.

“Saya melihat progresnya sudah cukup bagus, mudah-mudahan akhir tahun ini, bulan Desember sudah tuntas,” ujar Adi Arnawa.

Di simpang Imam Bonjol, Bupati meminta agar akses belok kiri atau lajur jalan terus dapat diperlebar sehingga arus kendaraan menuju Kuta semakin lancar. Mengingat lokasi tersebut berada di kawasan perbatasan Badung dan Denpasar, Pemkab Badung akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Denpasar, termasuk menyangkut tapal batas dan keberadaan Pura Subak.

“Terkait keberadaan Pura Subak kita sudah koordinasi, mudah-mudahan itu nggak ada masalah, sehingga akses jalan dari Imam Bonjol Utara menuju Kuta akan semakin bagus dan lancar,” jelasnya.

Pelebaran Simpang Siligita

Sidak berikutnya dilakukan di simpang Siligita yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan. Penataan dilakukan dengan menambah akses belok kiri langsung dari arah Jalan Darmawangsa.

Namun, Adi Arnawa menemukan ruang untuk lajur belok kiri masih belum maksimal. Salah satu kendala di lapangan adalah keberadaan pipa Perumda Air Minum yang berada di area pekerjaan.

“Kami sudah koordinasi dengan PDAM, malah PDAM sudah setuju pipanya itu bisa di bawah jalan sehingga akan semakin lebar simpang di Siligita,” katanya.

Selain persoalan teknis, Bupati juga meminta penataan lingkungan di sepanjang Jalan Siligita dilakukan secara menyeluruh. Ia memerintahkan Satpol PP Badung melakukan penertiban terhadap warung-warung yang dinilai mengganggu kerapian kawasan.

Enam Pompa Disiapkan Antisipasi Banjir

Selain persoalan lalu lintas, penanganan banjir menjadi perhatian utama dalam sidak tersebut. Terlebih, memasuki musim hujan, sejumlah kawasan di Kuta dan sekitarnya berpotensi mengalami genangan.

Pemkab Badung tengah membangun rumah pompa di Bendung Gerak Tukad Mati Kuta. Sebanyak enam pompa akan dipasang dengan kapasitas yang disebut mencapai 30.000 liter per detik.

“Kalau itu sudah terpasang, mudah-mudahan minimal kalaupun ada hujan, airnya akan cepat surut. Saya lihat sudah ada progresnya, mudah-mudahan dalam waktu cepat akan datang pompanya untuk dipasang sekitar enam pompa dengan kekuatan 30.000 liter per detik. Astungkara ini akan bisa kita atasi,” ungkap Adi Arnawa.

Pembangunan drainase di Jalan Dewi Sri juga dipercepat sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi genangan dan mempercepat aliran air saat hujan.

Pedestrian Kuta Ditata Bertahap

Sementara itu, pembangunan pedestrian Pantai Kuta juga menjadi bagian dari agenda peninjauan. Adi Arnawa menilai progres pengerjaan pedestrian sudah cukup baik.

Ke depan, penataan akan dilanjutkan secara bertahap ke sisi barat kawasan. Pemkab Badung berencana melakukan pengaspalan dan menata kembali area parkir agar koridor Jalan Pantai Kuta terlihat lebih bersih dan tertata.

“Di sebelah barat nanti kita aspal dan tidak ada lagi tempat parkir. Nanti parkirnya fokus di Bali Anggrek sehingga sepanjang jalan Pantai Kuta ini bersih,” terangnya.

Penataan pedestrian selanjutnya akan dilanjutkan pada 2027 ke arah utara, hingga kawasan Legian.

Adi Arnawa berharap pembenahan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung pemulihan aktivitas pariwisata di kawasan Kuta.

“Kuta ini harus kita jaga, karena Kuta merupakan ikon pariwisata Kabupaten Badung,” pungkasnya. hbd

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *