Perumdam Tirta Mangutama Sedot 300 Liter Air Tukad Mati per Detik, Tambah Pasokan Air dan Tekan Risiko Banjir
KataBali.com – Badung – MENGWI – Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung segera mengoptimalkan pemanfaatan air dari Tukad Mati dengan kapasitas penyedotan mencapai 300 liter per detik. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketersediaan air baku bagi pelanggan sekaligus membantu mengurangi potensi banjir di kawasan hilir Tukad Mati.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa, didampingi Sekretaris Perusahaan Ida Ayu Ekasari dan jajaran manajemen, mengungkapkan bahwa seluruh perizinan pemanfaatan air Tukad Mati telah dikantongi. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Gathering Media di Kantor Perumdam Tirta Mangutama Badung, Kapal, Mengwi, Jumat (5/6).
“Perizinan pengambilan air dari Tukad Mati sudah kami kantongi. Ini menjadi salah satu sumber air baku yang akan mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Suyasa, tambahan sumber air baku tersebut menjadi kebutuhan mendesak seiring hampir rampungnya proyek pipa transmisi bawah laut yang akan memperkuat distribusi air ke wilayah Badung Selatan, terutama kawasan Ungasan dan Pecatu.
“Saat ini pembangunan pipa bawah laut tinggal tahap koneksi akhir dan ditargetkan selesai bulan Juni ini. Dengan adanya tambahan air baku dari Tukad Mati, distribusi air ke wilayah selatan bisa semakin optimal,” jelasnya.
Selain menambah kapasitas pasokan air bersih, pemanfaatan air Tukad Mati juga diyakini memberikan manfaat lingkungan berupa pengurangan risiko banjir. Menurutnya, selama ini kapasitas aliran Tukad Mati sering tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi sehingga memicu genangan di sejumlah titik.
“Dengan adanya penyedotan air secara terukur, kapasitas tampung sungai menjadi lebih besar. Saat musim hujan, air yang mengalir ke Tukad Mati dapat tertampung lebih baik sehingga potensi banjir dapat berkurang,” katanya.
Bahkan, dalam kondisi tertentu ketika debit banjir meningkat signifikan, Perumdam memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas penyedotan hingga mencapai 1.000 liter per detik.
“Kalau volume air saat banjir sangat besar, kapasitas penyedotan bisa ditingkatkan sampai 1.000 liter per detik,” imbuhnya.
Dari sisi pelayanan, tambahan pasokan 300 liter per detik diperkirakan mampu meningkatkan cakupan layanan secara signifikan. Berdasarkan perhitungan Perumdam, setiap 1 liter per detik dapat melayani sekitar 80 pelanggan rumah tangga dengan konsumsi rata-rata maksimal 20 meter kubik per bulan.
“Dengan tambahan 300 liter per detik, potensi penambahan pelanggan bisa mencapai sekitar 24.000 sambungan rumah,” jelas Suyasa.
Di sisi lain, Perumdam juga terus mempersiapkan pengembangan teknologi desalinasi air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sebagai alternatif sumber air baku jangka panjang. Saat ini kajian kelayakan (feasibility study) proyek tersebut memasuki tahap pematangan.
Namun demikian, mengingat biaya produksi air hasil desalinasi relatif tinggi, Perumdam berencana memprioritaskan distribusinya untuk sektor usaha dan kawasan bisnis, sementara pelanggan rumah tangga tetap mendapatkan layanan dengan tarif yang disubsidi.
Terkait pemenuhan kebutuhan air di Badung Selatan, Suyasa menegaskan bahwa kehadiran pipa bawah laut akan menjadi penguat sistem distribusi yang selama ini telah berjalan melalui empat jaringan utama. Pipa baru tersebut akan membentuk sistem kelima yang mengalirkan air langsung menuju kawasan Kampial, Sawangan, hingga ITDC Nusa Dua.
“Kebutuhan air di Badung Selatan terus meningkat seiring pesatnya pembangunan dan pertumbuhan investasi. Dengan sistem pipa bawah laut ini, kapasitas pengiriman air akan semakin besar sehingga pelayanan kepada pelanggan di wilayah selatan dapat berlangsung lebih maksimal,” pungkasnya.hbd

