Unwar Tembus Panggung Riset Global: Workshop AI Cetak Proposal Hibah Internasional Berdaya Saing

KataBali.com – DENPASAR – Universitas Warmadewa semakin serius menyiapkan diri menembus kompetisi riset global. Melalui Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST), kampus ini menggelar workshop penyusunan proposal hibah internasional berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sebagai strategi memperkuat daya saing akademisi di level dunia.

Rektor Unwar, I Gde Suranaya Pandit, menegaskan bahwa pemanfaatan AI kini menjadi kebutuhan mutlak dalam dunia akademik modern. Menurutnya, teknologi ini mampu mempercepat sekaligus meningkatkan kualitas penyusunan proposal riset agar sesuai dengan standar ketat lembaga donor internasional.

“AI bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kalau kita tidak memanfaatkannya, kita akan tertinggal dalam persaingan global,” tegasnya saat membuka kegiatan di Denpasar.

Ia menjelaskan, AI dapat membantu peneliti menembus berbagai kendala teknis, mulai dari penyelarasan format proposal hingga penyesuaian dengan karakteristik lembaga pendanaan di Eropa dan tingkat global. Bahkan, penggunaan AI yang tepat dinilai mampu menjaga tingkat kemiripan (similarity) tetap rendah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa AI tetap harus digunakan secara bijak. “AI tidak punya rasa. Hasilnya tetap harus disaring agar sesuai dengan substansi dan tujuan riset kita,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, workshop ini ditargetkan menghasilkan luaran konkret. FPST yang seluruh program studinya telah terakreditasi unggul didorong untuk menghasilkan minimal empat proposal hibah internasional yang siap diajukan.

“Setiap program studi harus melahirkan minimal satu proposal berkualitas. Kita ingin hasil nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Hadir sebagai narasumber, akademisi Widyadi Setiawan dari Universitas Udayana memaparkan strategi pemanfaatan Generative AI (GenAI) dalam riset. Ia menekankan pentingnya penggunaan AI yang tetap berlandaskan etika, merujuk pada pedoman UNESCO serta kebijakan nasional.

Dalam sesi teknis, ia memperkenalkan metode CRISP (Context, Role, Instruction, Specification, Performance) sebagai pendekatan efektif dalam prompt engineering untuk menghasilkan dokumen akademik yang presisi dan berkualitas tinggi.

Sementara itu, Anak Agung Gde Agung Parameswara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwar menekankan bahwa keberhasilan memperoleh hibah internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas penulisan proposal.

“Ada faktor ‘tak terlihat’ yang sangat menentukan, yaitu rekam jejak peneliti dan tim. Lembaga donor melihat konsistensi, kapasitas, dan dampak dari karya sebelumnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, reputasi institusi juga menjadi faktor penting. Sinergi antara kredibilitas peneliti dan kekuatan lembaga menjadi nilai tawar utama dalam memenangkan pendanaan global.

Melalui integrasi pemanfaatan AI dan penguatan rekam jejak akademik, FPST Unwar optimistis mampu melahirkan proposal-proposal unggulan yang kompetitif di tingkat internasional.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Warmadewa dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi menuju kampus berdaya saing global berbasis inovasi teknologi.mu

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *