Dari KTT G20 ada 7 Nilai Strategis dan Keuntungan Bagi Indonesia

 

KataBali.com – Denpasar – Terselenggaranya Presidensi G20 yang direncanakan puncaknya Oktober 2022 di Bali ditengah masih merebaknya Covid-19 babak ke 3 dengan virus Omicron dibelahan dunia memiliki nilai strategis bagi Indonesia selaku tuan rumah, untuk menunjukan pada dunia Indonesia dinilai memiliki kemampuan menyukseskan G20.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizky Ernadi Wimanda, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, Donny H. Heatubun dalam acara Capacity Building ( Capbul ) bersama  media Rabu ( 26/1) di Denpasar menjelaskan, Ada Tujuh  ( 7 ) keuntungan yang didapat Indonesia dalam penyelenggaraan Presidensi G20 sepanjang tahun 2022.

Pertama , kata  Rizky Ernadi Wimanda, G20 bagi Indonesia. Presidensi G20 di tengah pandemi menjadi momentum memproleh persepsi baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis. Kedua, adanya pengakuan atas status Indonesia  salah satu negara dengan perekonomian terbesar khususnya tingkat Asean bahkan  dunia, merepresentasikan negara berkembang lainnya.

Ketiga, momentum presidensi terlaksana sekali dalam  20 tahun sekali. Hal ini, kata Rizky semaksimal mungkin  dimanfaatkan Keempat memberi nilai tambah bagi pemulihan ekonomi Indonesia, baik dari sisi aktivitas ekonomi maupun kepercayaan masyarakat domestik dan internasional. Indonesia bisa  mengkonstrasikan jadwal  pembahasan agar mendukung  pemulihan aktivitas perekonomian Indonesia dan global.

Keuntungan Kelima, mendapat menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional, khususnya pemulihan ekonomi global. Dalam perspektif regional, Presidensi, menegaskan kepemimpinan Indonesia berdiplomasi internasional dan ekonomi di kawasan, mengingat Indonesia  satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota G20.

Keenam, Indonesia menjadi pusat perhatian dunia, khususnya dari  pelaku ekonomi dan keuangan. Hal ini menunjukkan (showcasing) berbagai kemajuan yang dicapai Indonesia kepada dunia, merupakan  titik awal pemulihan keyakinan pelaku ekonomi pasca pandemi, dalam negeri maupun luar negeri.

Ketujuh, jelas Rizky  dari ratusan agenda pertemuan  G20 di Indonesia  menjadi sarana  memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan UMKM Indonesia kepada dunia internasional, diharapkan  menggerakkan ekonomi Indonesia.“Kesuksesan Presidensi sebuah  kebanggaan bangsa Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah dan BI tak dapat bergerak sendiri. Dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan Presidensi G20 Indonesia 2022,” jelas, seraya menambahkan, Presidensi G20 tahun  2022 semula dipegang  India.Sedangkan, Indonesia menjabat Tahun 2023.Presidensi  ditetapkan lebih awal, tahun 2021 Indonesia menjadi anggota Troika siap memimpin 2022.

 G20 di Bali  Angin Segar Kebangkitan Ekonomi

Bank Indonesia melihat  KTT G20 di Bali  2022  memprediksi  memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kepariwisataan di Pulau Bali.Karena  dampak  jika event KTT G20 berjalan sukses.berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata Bali sangat jelas,  ada  uang yang beredar.  menjadi multiflayer effect

Apalagi rentang waktu setahun ini, dari Februari hingga Oktober 2022 banyak agenda berbagai masalah yang dibahas dari pertemuan dan rapat kecil sampa terbesar puncaknya pertemuan seluruh kepala Negara anggota G20.

 Tak disangsikan lagi,  geliat ekonomi dan pariwisata Bali hidup. hotel dan industri pariwisata lain terkena imbasnya, “Ada manfaat jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang bagi Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20, “ terang Rizky.

Sebanyak 157 agenda pertemua , tapi tidak semua berlangsung di Bali, perhelatan akbar yang membahasa keuangan ini diyakini akan memberikan angina segar bagi kebangkitan ekonomi diperkirakan Produk Domestik Bruto  (PDB ) sebesar 0,14 persen di Bali, sedangkan Nilai Tambah  Bruto di Bali akan meningkat Rp. 209 Miliar, income Rp. 94,6 Miliar dan naker meningkat 1,68 persen.

  Ia menyebutkan, jangka pendek ada penyerapan tenaga kerja (Naker) sekitar 16 000 orang terserap di berbagai lokasi pertemuan khususnya di Bali  salah satu kesuksesan G20 terbesar  dukungan  mengatasi krisis keuangan global 2008, yang mengubah tata kelola keuangan global, dengan menginisiasi paket stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi,skala sangat besar.

Berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Presidensi G20 berpotensi mendatangkan wisatawan dari 20 negara anggota, organisasi internasional dan negara undangan. Estimasi warga negara asing yang akan mengikuti G20  dalam event tersebut diperkirakan mencapai 6.500 delegasi yang sebagian besar akan menginap atau stay di kawasan Nusa Dua.

G20 mendorong peningkatan kapasitas kredit IMF, serta berbagai pengembangan bank utama, yang dirasakan membantu dunia kembali ke jalur pertumbuhan,serta mendorong beberapa reformasi penting di bidang keuangan

Sedangkan, Inisiatif G20 penanganan pandemi melingkupi p penangguhan pembayaran utang negeri negara rendah, Injeksi triliun penanganan Covid-19 >5 triliun USD (Deklarasi Riyadh), penurunan/penghapusan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, pembersih tangan, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.

 G20 adalah forum kerja sama multilateral beranggoakan 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

G20 dibentuk tahun 1999 diinisiasi anggota G7 merangkul negara maju dan berkembang bersama-sama mengatasi krisis, utamanya di Asia, Rusia, dan Amerika Latin. G20 bertujuan mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.nn

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *