Pemkab Tabanan Gelar Penyusunan Rencana Kontijensi selama 5 Hari

 KataBali.com – Penenggulangan bencana merupakan bagian integral ari pembangunan nasional dalam rangka melaksanakan amanat alinea ke IV Undan Undang Dasar 1945, yang dalam implementasinya menjadi tugas dan tanggung-jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah bersama-sama masyarakat.
Penanggulangan bencana menjadi upaya menyeluruh dan proaktif dimulai dari pengurangan resiko bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi serta rekontruksi. Penanggulangan bencana juga merupakan upaya bersama yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan dengan peran dan fungsi yang saling melengkapi.
Dalam upaya memperkuat hal tersebut Pemerintah Kabupaten Tabanan gelar kegiatan pada tahap pra-bencana, yang salah satunya adalah Kegiatan Penyusunan Rencana Kontinjensi, hyang dilangsungkan di Hotel Made Bali, Sempidi, Badung, Bali, Senin, (17/7). Yang dibuka oleh Asisgen Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Tabanan I Wayan Yatnanadi, didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Ngurah Sucita, serta Sekretaris BPBD Provinsi Bali.
Dijelaskan saat itu oleh Sucita bahwa tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk membuat kesepakatan atau komitmen bersama dalam penanggulangan bencana melalui penetapan scenario dan pembagian tugas fungsi seluruh stake holders terkait dalam penanggulangan bencana.
Dan mewujudkan terselenggaranya penanggulangan bencan secara terencana, terpadu dan terkoordinasi serta menyeluruh dengan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana.
Dijelaskannya juga bahwa kegiatan yang akan dilangsungkan selama 5 hari ini, sejak tanggal 17 september sampai dengan tanggal 21 september 2018, diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Serta anggarannya dibebankan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) Satuan Kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui kegiatan penguatan RRB Daerah Tahun Anggaran 2018, kode kegiatan 3882002051.
Dalam kesempatan tersebut, I Wayan Yatnanadi saat membaca sambutan Sekda Kabupaten Tabanan mengatakan, kondisi geografis Tabanan yang “Nyegara Gunung” disamping berpotensi dalam pengembangan objek wisata karena keindahan alamnya, juga sangat potensial terjadi ancaman bencana.
Sesuai dengan kajian dikatakan Tabanan beresiko atau berpotensi terjadi 11 ancaman bencana, diantaranya, tsunami, gempa bumi, longsor, angin kencang, dan yang lainnya. Oleh karena itu dilakukan upaya-upaya penanggulangan bencana dengan melibatkan Dunia Usaha dan seluruh Lapisan Masyarakat.
“Penanggulangan bencana tidak hanya terfokus pada saat kejadian saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana melakukan kegiatan untuk mendukung kesiap siagaan dan meningkatkan kapasitas diri sendiri, masyarakat maupun Daerah itu sendiri”, jelas pihaknya.
Diterangkan juga bahwa rencana kontinjensi adalah sebuah pedoman dan langkah strategis dan akan dijadikan rencana operasional, kalau nantinya benar bencana terjadi di Tabanan. Maka opada kesempan ini, Pemerintah mengajak seluruh Stake holders yang hadir turut mensukseskan kegiatan dengan memberi dukungan data dan informasi serta ikut berpartisipasi dan mengikuti kegiata dengan baik.
“Melalui kegiatan ini kita akan menyusun strategi penanggulangan bencana. Dan ending terakhir, semoga tidak terjadi bencana di seluruh wilayah Indonesia”, tambah pihaknya. hmt

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *