PUTRI Bali Diharapkan Bisa Menstimulan Pariwisata di Bali

KataBali.com – Eksistensi untuk PUTRI Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia sudah 25 tahun, usia yang cukup matang bagi lembaga dibawah naungan BTB Bali Tourism Board atau sekarang diganti GIPI Gabungan Industri Pariwisata Indonesia untuk Bali yang selama ini sempat mati suri kini mencoba mengumpulkan stakeholder dinas pariwisata di tingkat provinsi dan kabupaten kota se Bali.

Putri yang menekankan pada destinasi wisata ini sangat vital keberadaannya dalam  pariwisata, dan diharapkan bisa bersinerji dengan daerah dan pusat, dengan mengadakan pelatihan sdm, membangun infra struktur sebagai sarana penunjang di obyek pariwisata, demikian dikatakan oleh Ketua PUTRI Bali Ketut Nuryasa, SE dalam acara pembahasan rencana bantuan pemberdayaan dan pemeliharaan obyek wisata di kabupaten/kota se Bali Selasa lalu 30 Agustus 2016 di Ruang Rapat Bali Tourism Board, Renon Denpasar.

Hadir dalam acara tersebut dari Kadisparda Provinsi Bali yang diwakili Cokorde Bagus Pemayun, Kadisparda Badung hadir langsung Cokorde Raka Darmawan SH MSi, serta peserta yang mewakili Kadisparda Buleleng, Gianyar, Denpasar, Karangasem dan Tabanan.

Disparda Kabupaten kota sebagai ujung tombak dalam membangun destinasi dan kedepan diharapkan bersinerji dengan Disparda provinsi juga Kemenpar pusat, kata pria yang pernah menjadi GM GWK tahun 1997 -2002

Peran masyarakat dalam mendukung program pengembangan dan peningkatan detinasi /daerah tujuan wisata (dtw) demi kelancaran dalam peningkatan ekonomi, dan kualitas destinasi itu sendiri harap Nuryasa  yang juga tenaga ahli /staf ahli ketua DPRD Bali ini.

Bupati Badung diharapkan memberi perhatian untuk pengembangan dan peningkatan destinasi (dtw) melalui pendistribusian PHR, dengan membangun obyek wisata secara kualitas kata pria yang lahir di Gerokgak Tabanan.

Sementara itu dari perwakilan Disparda Karangasem, I Gusti Lanang Suyadnya, SH MSi mengatakan, dalam hal ini perlu juklak dan parameter terkait dengan hal tersebut diatas.

Selain penekanan pada aspek fisik seperti infrastruktur dan akses juga diharapkan juga peningkatan aspek non fisik seperti peningkatan sdm dan pengembangan budaya.

Diusulkan beberapa regulasi,  menurut perwakilan Disparda Provinsi Bali, Cokorde Bagus Pemayun, terkait dengan pengaturan dan parameter terkait distribusi  PHR dari pemkab Badung untuk provinsi Bali dan 6 kabupaten yakni kab Buleleng, Jembrana, Tabanan, Bangli, Karangasem dan Klungkung.

Hal tersebut perlu agar penggunaan dana tepat sasaran dan akuntable sehingga bisa dipertanggungjawabkan setiap penggunaannya agar tidak melanggar ketentuan hukum yang ada kata Cok Bagus

Butuh regulasi untuk menguatkan peran dan fungsi PUTRI tambah Cok Bagus

Kabupaten baik yang memberi dan yang menerima hendaknya dalam pendistribusiannya polanya agar dirubah ungkap Cok Bagus

Di dalam peningkatan kualitas destinasi yang perlu mendapat perhatian seperti masalah wc, sdm, infra struktur tambahnya.

Ekstrim nya kabupaten kabupaten penerima buat maping dan perencanaan agar tepat sasaran. Karena ketika masuk apbd dalam penggunaannya terserah bapeda sesuai skala prioritas dan kebutuhannya menurut Cok Bagus.

Kalau Pola akan diubah otomatis mekanismenya perlu diatur lebih lanjut imbuhnya.

Putri diharapkan bisa membina destinasi dan berinerji dengan disparda baik di tingkat prop bali dan kabupaten kota se bali pungkas Cok Bagus Pemayun.

Dengan pembinaan obyek wisata ini, stakeholder yang ada PUTRI dan disparda membuat pemenuhan standarisasi obyek wisata sesuai pergub bali. Diharapkan manfaatnya akan dirasakan semua komponen stakeholder pariwisata seluruh Bali tutup Cok Bagus.

Dari Kadisparda Badung Cokorde Raka Darmawan meminta PUTRI Bali bisa mengambil alih peran strategis di bidang pembinaan dtw dan bersinerji dengan Kabupaten Badung dalam sumbangsihnya dalam penggunaan PHR, sehingga tenaga, fikiran dan pengalamam PUTRIBali bisa memenuhi kebutuhan dan standar pelayanan kualitas di industri  pariwisata.

Pendapatan dari sektor pariwisata seperti di Badung dengan 6 dtw bisa menghasilkan kurang lebih 46M/tahun lebih besar dari pendapatan BUMD lainnya di Badung, seperti pdam dan pd pasar menurut Cok Darmawan.

Cok Darmawan merinci dari retribusi di dtw di Badung adat mendapat 75% dan 25% untuk pemda Badung, maka dari itu destinasi dtw ini mutlak mendapat atensi lebih karena masyarakat mendapat kue dari dtw.

Kadisparda Badung Cokorde Raka Darmawan, SH MSi juga berharap pada lembaga dalam stakeholder btb ini agar dalam peningkatan dtw perlu uluran tangan dr PUTRI Bali, pemkab Badung besar harapan pada lembaga ini baik  dalam peningkatan sdm, dan kelengkapan seperti toilet, akses dan infrastruktur.

Dalam pertemuan itu juga dibahas bagaimana pendanaan obyek2 wisata dari PHR kab Badung agar dibuat mou antara Gubernur dan Bupati Walikota se Bali.

Juga penggunaan proposal /usulan, diperuntukkan keamanan, budaya, sarana prasarana dan promosi termasuk penyebaran informasi buat brosur website dll

Dan semua Disparda Provinsi Bali beserta Disparda Kabupaten Kota se Bali meminta peran PUTRI Bali pro aktif dengan menjalin komunikasi dan kerjasama dengan legeslatif, kementrian dll

PUTRI Bali juga diharapkan mendorong setiap tahunnya agar Disparda propinsi Bali adakan bintek untuk pengelolaan  serta standarisasi dalam pengelolaan dtw.

Serta teknik pelaporan terkait data base dan usulan dalam rangka peningkatan kualitas dtw hendaknya dilihat kondisi di masing kab kota disesuaikan tergantung kondisi masing masing wilayah untuk peruntukanya dan harus digodok dengan matang.

Perlu dibuat Data obyek wisata dengan assessment kondisi di lapangan sebagai data base awal untuk menganalisa menurut perwakilan Disparda Buleleng, Sri Laksmini.

Untuk event setiap kab kota se Bali harus di data dan dioordinasikan dengan baik antara kab kota dan provinsi. Sehingga kalender event bisa terinformasikan dengan baik ke wisatawan tambah Sri.

Atas kesepakatan dari peserta diskusi bahwa PUTRI akan buat roadshow untuk pelatihan manajemen dengan mengunjungi keliling kab kota se bali dan juga akan mengadakan pertemmuan setiap 3 bulanan dan diadakan di luar Denpasar.

Juga yang terpenting,  menurut Kadisparda Badung Cok Darmawan Putri Bali diminta bisa Menstimulan serta mengendorse kepada semua komponen yang terkait khususnya industry pariwisata dan masyarakat Bali pada umumnya. AF

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *