Berkonflik, Warga Sebut Pengembang Tidak Kooperatif

Katabali.com– Selama beberapa tahun beroperasi, ternyata pihak pengembang perumahan di Banjar Puana, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali tidak pernah kooperatif dengan desa setempat.

Bahkan ketika muncul permasalahan dengan para calon pembeli rumah, pengembang terkesan lepas tangan. Kantor pemasaran juga sering tutup dan para calon pembeli yang sudah terlanjut membayar uang muka gigit jari.

“Kami sering mendapatkan keluhan dari sejumlah calon pembeli terkait permasalahan di perumahan itu,” terang Perbekel Tegalbadeng Barat, Kadek Sudiana.

Pihaknya juga tidak habis pikir, pengembang berani meminta uang tanpa ada realisasi. Pihaknya juga sudah berulang kali meminta pengembang untuk menindaklanjuti masalah tersebut, namun tidak direspon.
Kendati bermasalah dan disinyalir belum mengantongi IMB, aktivitas pembangunan masih dilakukan.

“Itu (pembangunan) mungkin yang sudah terlanjut KPR (kredit), yang kapling-kapling itu yang bermasalah,” terangnya.

Desa sejatinya sudah beberapa kali menyampaikan ke SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang terkait mengenai permasalahan ini. Namun, hingga saat ini belum ada respon upaya penyelesaian.

Apalagi, desa dirugikan dengan belum disanggupinya membuat saluran air di jalan masuk. Ia khawatir, saat musim penghujan air meluber dan merusak jalan desa yang baru dihotmix.

Beberapa waktu lalu, lantaran jengkel tak terealisasi, sejumlah warga berkeinginan melaporkan hingga ke Provinsi. Pihaknya juga tidak mengetahui pasti mengapa bisa sampai macet seperti itu. Apalagi mengikutsertakan salah satu bank ternama untuk kredit rumah.

Sementara itu, sejumlah calon pembeli mengaku jengkel lantaran bertahun-tahun rumah yang dijanjikan tidak kunjung dibangun. Padahal mereka sudah mengikuti segala persyaratan yang diminta. Termasuk uang muka hingga belasan juta rupiah, buka rekening di BTN dan sejumlah persyaratan lainnya.

“Kami bahkan sudah menandatangani perjanjian kredit per bulannya, tapi sampai dua tahun rumah tidak dibangun,” terang salah satu calon pembeli.

Sementara itu, pihak pengembang PT BPM ketika hendak dikonfirmasi di kantornya dalam keadaan tutup. Menurut warga sekitar, kantor itu lebih sering tutup. Di depan rumah yang digunakan kantor tersebut juga tertera plat KPR Bersubsidi.(tim)

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *