Wagub Giri Prasta: Tanam Mangrove Jangan Berhenti di Seremoni, Harus Dirawat

KataBali.com – DENPASAR – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh elemen masyarakat tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga memastikan tanaman tersebut dirawat dan dipantau hingga tumbuh dengan baik.

Pesan itu disampaikan Giri Prasta saat mengikuti penanaman mangrove jenis Avicennia marina bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut turut melibatkan pelajar pencinta alam SMA Negeri 1 Kuta, Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, serta Kepala BNN Kota Denpasar Kombes Pol. Leo Dedy Defretes.

“Menanam itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita merawatnya. Mangrove yang sudah ditanam harus dipantau dan dijaga agar benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat,” ujar Giri Prasta.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam melindungi pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus menyerap dan menyimpan karbon.

Masih Ada Sekitar 3 Hektare Perlu Dipulihkan

Giri Prasta mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, pada 2018 tercatat lebih dari 18 hektare kawasan mangrove mengalami kerusakan.

Melalui berbagai program pemulihan, sebagian besar kawasan tersebut telah ditangani. Namun, masih terdapat sekitar 3 hektare yang membutuhkan penataan dan pemulihan lebih lanjut.

Menurutnya, rehabilitasi mangrove tidak selalu mudah karena kondisi lingkungan di setiap lokasi berbeda. Karena itu, diperlukan metode dan teknologi yang sesuai agar tingkat keberhasilan pemulihan semakin tinggi.

Ia menegaskan, pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.

“Semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi bisa diselesaikan dengan solusi bersama. Mari kita merawat pertiwi, satu mangrove satu juta manfaat,” tegasnya.

Sejalan dengan Wana Kerthi dan Segara Kerthi

Giri Prasta menyebut pelestarian mangrove sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya nilai Wana Kerthi dan Segara Kerthi yang menekankan pemuliaan hutan dan laut.

Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan IWO Bali, pelajar, komunitas lingkungan, dan berbagai pihak dalam menjaga kawasan pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, Giri Prasta juga memberikan bantuan Rp20 juta kepada IWO Bali untuk mendukung kegiatan pelestarian mangrove.

Selain itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara UPTD Tahura Ngurah Rai dan IWO Bali untuk memperkuat kolaborasi menjaga kelestarian mangrove dan kawasan pesisir Bali.

Ketua IWO Provinsi Bali, Widiyanti, mengatakan keterlibatan insan pers dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami berkomitmen sebagai jurnalis untuk tidak hanya membuat berita, tetapi juga turut menjaga ekosistem Bali melalui kegiatan penanaman mangrove ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat Sumpah Pemuda melalui aksi nyata, dengan melibatkan pemerintah, insan pers, generasi muda, dan komunitas lingkungan untuk menjaga pesisir Bali secara berkelanjutan. hb

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *