Kader Posyandu Didorong Jadi Penghubung Warga dan Pemerintah, Aksi Membina dan Berbagi Sasar 180 Kader di Denpasar

KataBali.com – DENPASAR – Peran kader Posyandu di Bali kini semakin luas. Tak lagi hanya berkutat pada pelayanan kesehatan, kader didorong menjadi penghubung yang mampu membaca kebutuhan masyarakat sekaligus menjembatani komunikasi warga dengan pemerintah.

Pesan tersebut mengemuka dalam Aksi Sosial Membina dan Berbagi yang digelar Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di Kota Denpasar, Senin (7/9/2026). Kegiatan menyasar kader Posyandu di Kelurahan Dangin Puri dan Kelurahan Renon.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, hadir memberikan pembinaan sekaligus menyerahkan bantuan kepada para kader. Kegiatan tersebut turut melibatkan Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta kader Posyandu.

Dalam pembinaannya, Putri Suastini Koster menekankan posisi kader yang sangat dekat dengan masyarakat. Kedekatan tersebut membuat kader memiliki peran penting untuk mengetahui secara langsung kondisi, kebutuhan, persoalan, hingga aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing.

Karena itu, kader tidak hanya diharapkan menjalankan kegiatan pelayanan Posyandu, tetapi juga aktif mendata dan mencatat berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan. Data dan informasi tersebut kemudian dapat diteruskan kepada pemerintah kelurahan maupun pihak terkait sebagai bahan tindak lanjut.

Kader adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Dari kader, pemerintah dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat di tingkat paling bawah,” demikian penekanan dalam pembinaan tersebut.

Transformasi Posyandu juga membawa perubahan besar terhadap cakupan pelayanan. Posyandu kini tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi menjalankan fungsi yang berkaitan dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Perluasan fungsi itu menuntut peningkatan kapasitas kader. Mereka diharapkan memahami enam SPM sehingga mampu memberikan edukasi, mengenali persoalan di lingkungan, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan dasar yang diperlukan.

Dengan demikian, Posyandu diharapkan menjadi simpul pelayanan masyarakat yang lebih responsif. Kader dapat menjadi mata dan telinga pemerintah di tingkat lingkungan sekaligus menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan secara lebih dekat, cepat, dan tepat.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan Kota Denpasar saat ini memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa/kelurahan. Seluruh Posyandu tersebut terus didorong agar mampu menjalankan pelayanan sesuai dengan enam SPM.

Penguatan kapasitas kader dilakukan secara berkelanjutan melalui Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar bersama empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan dan OPD pengarah. Sosialisasi serta pembinaan dilakukan untuk memastikan kader memahami arah transformasi Posyandu dan mampu menjalankan peran barunya secara optimal.

Selain pembinaan, Aksi Sosial Membina dan Berbagi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap pengabdian para kader.

Di Kelurahan Dangin Puri, bantuan diberikan kepada 105 kader dari tujuh kelompok Posyandu. Masing-masing kader menerima 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, serta dua kotak susu.

Total bantuan yang disalurkan di lokasi tersebut mencapai 3.150 kilogram beras, 210 krat atau 6.300 butir telur, dan 210 kotak susu.

Sementara di Kelurahan Renon, bantuan menyasar 75 kader dari lima lingkungan atau lima Posyandu. Setiap kader memperoleh 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Total bantuan di Renon mencapai 2.250 kilogram beras, 150 krat atau 4.500 butir telur, serta 150 kotak susu.

Jika digabungkan, aksi sosial tersebut menyasar 180 kader Posyandu di dua kelurahan.

Putri Suastini Koster menegaskan, bantuan tersebut tidak semata-mata dilihat dari bentuk maupun jumlah yang diberikan. Lebih dari itu, bantuan merupakan wujud perhatian, kepedulian, dan apresiasi terhadap para kader yang selama ini mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendampingi serta melayani masyarakat.

Sementara itu, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan bahwa transformasi Posyandu melalui enam SPM membutuhkan kolaborasi seluruh unsur masyarakat.

Menurutnya, membangun lingkungan tidak cukup hanya berbicara mengenai kesehatan. Lingkungan yang baik juga membutuhkan keamanan, kebersihan, jalan yang layak, permukiman sehat, serta berbagai pelayanan dasar lainnya.

“Membangun banjar atau wilayah menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya kesehatan, tetapi juga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, jalan yang layak, serta permukiman yang sehat. Ini tentu menjadi bagian yang harus dikerjakan bersama, tidak hanya oleh perseorangan,” tegas Putu Anom Agustina.

Melalui transformasi tersebut, Posyandu diharapkan semakin responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat. Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan rutin, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi, mendeteksi persoalan sejak dini, serta menghubungkan warga dengan pemerintah dan layanan yang dibutuhkan.

Aksi Sosial Membina dan Berbagi pun menjadi momentum memperkuat sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, OPD terkait, dan para kader.

Kolaborasi tersebut menjadi penting agar transformasi Posyandu tidak berhenti pada perubahan administrasi maupun penambahan jenis pelayanan. Lebih jauh, transformasi diharapkan benar-benar menghadirkan pelayanan dasar yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Dengan kader yang semakin berdaya dan memahami enam SPM, Posyandu diharapkan semakin kuat sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Dari tingkat lingkungan, kader dapat mengenali kebutuhan warga, memberikan edukasi, mencatat persoalan, sekaligus memastikan masyarakat terhubung dengan pelayanan pemerintah yang dibutuhkan. hb

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *