Bupati Badung Buka Badung Caka Fest 2026, Lomba Ogoh-Ogoh Jadi Ajang Kreativitas Pemuda
KataBali.com – BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung resmi membuka rangkaian kegiatan Badung Caka Fest 2026 dalam menyambut Hari Raya Nyepi dengan menggelar lomba ogoh-ogoh spektakuler yang melibatkan puluhan kelompok pemuda. Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Bupati Badung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, ditandai dengan pemukulan kulkul sebagai simbol dimulainya festival.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, di antaranya Kapolres Badung, Ketua DPRD Badung, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa Badung Caka Fest tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian ritual menyambut Hari Raya Nyepi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas seni dan budaya melalui karya ogoh-ogoh.
“Festival ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam berkarya serta melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.
Tercatat sebanyak 21 ogoh-ogoh masuk dalam nominasi lomba tahun ini. Pada malam pembukaan, sebanyak tujuh ogoh-ogoh terbaik ditampilkan di hadapan masyarakat dan dewan juri dalam sebuah pertunjukan yang memukau.
Pemkab Badung juga menyiapkan total hadiah mencapai miliaran rupiah untuk para pemenang. Juara pertama akan memperoleh hibah sebesar Rp500 juta, juara kedua Rp450 juta, juara ketiga Rp400 juta, serta juara harapan sebesar Rp350 juta.
Selain itu, seluruh peserta yang masuk nominasi juga mendapatkan hibah Rp200 juta sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kreativitas dan semangat berkesenian generasi muda.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Badung menegaskan bahwa festival ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas karya seni ogoh-ogoh di kalangan pemuda desa adat.
Dengan antusiasme masyarakat dan para peserta, Badung Caka Fest 2026 diharapkan menjadi salah satu festival budaya terbesar di Bali yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong inovasi seni berbasis kearifan lokal. hbd


