Wabup Bagus Alit Sucipta Dorong Kemandirian Pengelolaan Sampah, CINTA Darmasaba Hadirkan Teba Modern Berbasis Sumber
KataBali.com – Badung – Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta turun langsung memberikan arahan dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang digelar di Wantilan Pura Desa, Desa Adat Darmasaba. Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi CINTA Darmasaba (Cara Indah Tangani Sampah Darmasaba) yang mendorong kemandirian desa dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kepala Bagian Pembangunan Setda Badung, Camat Abiansemal beserta unsur Tripika, Perbekel Desa Darmasaba, Bendesa Adat Tegal, Bendesa Adat Darmasaba, serta krama Desa Adat Darmasaba.
Dalam kegiatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta juga menyerahkan bantuan lima unit tong komposter kepada Bendesa Adat Tegal dan Bendesa Adat Darmasaba. Bantuan yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di wilayah Badung itu menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan sistem pengelolaan lingkungan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa solusi persoalan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Melalui konsep Teba Modern, masyarakat diharapkan mampu mengolah sampah organik menjadi kompos secara mandiri serta memilah sampah anorganik untuk didaur ulang.
“Teba Modern ini dirancang bukan sekadar tempat pembuangan, tetapi sebagai sistem pengolahan sampah terpadu berbasis sumber yang memberi nilai manfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, inovasi CINTA Darmasaba menjadi contoh nyata kolaborasi antara desa adat dan desa dinas dalam membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, akan terus mendorong desa-desa lain menerapkan pola serupa guna menekan volume sampah menuju tempat pembuangan akhir.
Sementara itu, Perbekel Darmasaba IB Surya Prabawa Manuaba menjelaskan bahwa gagasan Teba Modern berangkat dari kebutuhan mendesak akan solusi pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat desa adat. Program ini dirancang dengan pola satu karangan ayahan desa mendapatkan satu unit Teba Modern.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi semakin penting seiring rencana penutupan TPA Suwung mulai 1 Maret 2026. Kehadiran Teba Modern diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam pengurangan dan pengolahan sampah di Desa Darmasaba, sekaligus mendukung upaya Kabupaten Badung meminimalisir kondisi darurat sampah.
Melalui sosialisasi ini, seluruh krama Desa Adat Darmasaba diharapkan berperan aktif dalam pelaksanaan program sehingga terwujud lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.hbd

