Pastikan Program Bantuan Hari Besar Keagamaan Sesuai Regulasi, Bupati Badung Mohon Pertimbangan Hukum ke Kejari
KataBali.com – Badung – Bantuan Rp 2 juta/KK pada setiap Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) kepada masyarakat Kabupaten Badung bukan merupakan tunjangan hari raya (THR), melainkan bantuan untuk mencegah terjadinya inflasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Badung IB Surya Suamba saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung, bertempat di Ruang Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa, (11/3).
“Pada saat HBKN tersebut sering berpotensi meningkatkan inflasi. Sebenarnya kebijakan ini tidak jauh dari yang dilakukan pemerintah pusat, yakni dengan cara menurunkan harga tiket pesawat dengan instrumen menurunkan PPN-nya dari 11% ke 5% sehingga terjadi penurunan harga tiket. Kalau kita dengan cara memberikan uang transfer langsung kepada masyarakat, dengan harapan bisa menjaga inflasi. Hal ini juga karena kondisi fiskal kita memungkinkan hal tersebut,” kata Bupati Adi Arnawa.
Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan, TPID Badung dari tahun ke tahun selalu berupaya menjaga inflasi di Badung, dengan menjaga ketersedian dan kebutuhan komoditas. Mengingat Kabupaten Badung merupakan daerah pariwisata internasional yakni permintaan tidak hanya dari penduduk asli namun juga berasal dari penduduk pendatang maupun wisatawan yang berkunjung ke Badung.
“Saya minta kepada bapak ibu semua terutama dinas terkait untuk mempersiapkan ketersediaan 10 komoditas pangan yang sering menyumbang inflasi kepada Kabupaten Badung. Nantinya kita akan perkuat dengan kebijakan anggaran dan ditambah dengan mitigasi yang kita lakukan. Mudah-mudahan inflasi di Kabupaten Badung ini bisa kita jaga dan tidak terjadi peningkatan yang signifikan,” ujarnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Butet Linda H. Panjaitan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung dengan Programnya Badung Siaga Pangan (Badung SIGAP) dan juga penguatan hulu ke hilir beras yang mampu menjaga inflasi tersebut. Dijelaskan lebih lanjut, penguatan hulu ke hilir beras tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dijaga.
“Di tengah kondisi keterbatasan lahan pertanian dan tenaga pertanian kabupaten bisa meningkatkan produktivitas berasnya. Ditambah dengan dukungan pemerintah daerah maupun melalui Perumda ini sangat membantu meningkatkan produktivitasnya. Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya penghargaan produktivitas tertinggi ke-3 secara nasional dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya
Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung Dr. Yudi Agusta, perwakilan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Badung IB Gede Arjana serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung dan Direktur Operasional Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Badung I Wayan Mustika. hbd