Literasi Keuangan Rendah, ADIK OJK Bali Kenalkan Berinvestasi Aman dan Benar

KataBali.com – Denpasar – Menghadapi fenomena pada generasi muda dengan adanya kemudahan akses teknologi informasi harus disikap kritis dan pengetahuan yang benar. Maraknya kasus investasi bodong di Indonesia dengan kerugian selama 10 tahun terakhir mencapai Rp117,5 triliun menunjukkan pemahaman masyarakat dalam berinvestasi masih rendah.

Hal itu tercermin dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019, terdapat gap antara tingkat penggunaan produk/layanan industri jasa keuangan (IJK) atau inklusi keuangannya lebih tinggi yaitu sebesar 76,19% dibandingkan tingkat pemahaman yang masih rendah dicerminkan dari literasi keuangan sebesar 38,03%. Di Provinsi Bali, inklusi keuangan bahkan mencapai 92,91% namun tingkat literasi keuangan masih belum menggembirakan yakni sebesar 38,06%.

          Kampanye World Investor Week digagas International Organization of Securities Commission (IOSCO), OJK menggelar edukasi pengenalan investasi di pasar modal untuk meningkatkan edukasi dan perlindungan kepada investor Minggu ( 9/10)2022. Edukasi ini diselenggarakan kepada finalis Jegeg Bagus Provinsi Bali Tahun 2022 dengan peserta  perwakilan generasi muda dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali. Dibuka Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara.

Dihadiri  Perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A.Istri Vera Laksmi Dewi, SE, MM, Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Bali I Gusti Agus Andiyasa, dan Branch Manager BNI Sekuritas Denpasar Ni Nyoman Citasti.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mengatakan, jumlah investor di pasar modal didominasi Generasi Milenial dan Gen Z harus didukung dengan edukasi agar  berinvestasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh,” Data bulan September 2022 menunjukkan, jumlah investor pasar modal mencapai 9,76 juta didominasi  investor berusia di bawah 30 tahun sebesar 59,43%, “ terang Giri Broto.

Ia mneyebut melalui Agen Edukasi dan Inklusi Keuangan (ADIK) OJK Bali  berasal dari Finalis Jegeg Bagus Provinsi Bali, diharapkan  perwakilan generasi muda didaerah daerah  menjadi katalisator menyebarkan informasi positif dan kegiatan-kegiatan OJK terkait literasi dan inklusi keuangan.

Sebelumnya  5 Oktober 2022 telah dibuka rekening saham kepada seluruh finalis Jegeg Bagus Provinsi Bali 2022 untuk mendapatkan pengalaman berinvestasi.    Dalam workshop mereka dibekali pemaparan  dari OJK tentang Waspada investasi bodong, kiat-kiat menjadi investor cerdas melalui 3P (Paham, Punya, Pantau) dari Bursa Efek Indonesia dan praktik cara jual beli saham dari BNI Sekuritas.

          Rencananya ADIK OJK Bali akan dibekali dengan literasi keuangan secara intensif tidak hanya di sektor pasar modal, tetapi  sektor lainnya seperti perbankan dan industri keuangan non bank, “ Harapannya ADIK OJK Bali  menjadi enabler mempercepat penyebaran informasi yang benar terkait literasi dan inklusi keuangan khususnya generasi muda di provinsi Bali untuk mendukung target inklusi 90% secara nasional pada tahun 2024. nn

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *