Pelaku Industri Fintech Ajak UMKM di Bali Sebagai Mitra Potensial
KataBali.com – Sejumlah perusahaan Finansial Technology (Fintech) gelar workshop layanan pinjaman peer to peer di Rumah Creative Sanur Hub, Denpasar, jumat (16/8) lalu. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 100 peserta dari UMKM di Bali ini, para pelaku industri Fintech berusaha mengajak UMKM di Bali sebagai mitra dalam permodalan alternatif sebagai lengganti bank konvesional, yang sekaligus memperkenalkan teknologi smart dashboard dalam mendigitalisasi usaha kecil dan menengah.
Adapun para pelaku industri Fintech yang hadir dalam kegiatan ini antara lain, PT Newline Fintech Indonesia (Prosperitree), PT Solusi Teknologi Finansial (Modal Nasional), PT Minitech Finance Indonesia (SayaModalin) dan PT Indo Fintek Digital (Modal Usaha), PT Paus Skala Teknologi (Whee), PT Komunal Finansial Indonesia (Komunal), PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa) dan PT Rezeki Bersama Teknologi (Finplus).
“Dengan adanya edukasi ini, kami berharap UMKM Bali dapat memahami perbedaan fintech P2P lending legal dan non legal untuk sumber permodalan” ujar Hendro Gultom selaku Operational Manager Prosperitree.
Disisi lain, para pelaku industri Fintech juga berharap menjadi jembatan UMKM di Bali untuk menraih sumber modal dengan berbagai fitur dan kemudahan yang ditawarkan. Hal ini juga sejalan dengan tujuan Pemprov Bali untuk menargetkan peningkatan literasi keuangan masyarakat Bali yang tergolong masih rendah, yaitu 19,5 persen dengan inklusi keuangan yang mencapai 71,3 persen dengan dukungan potensi UMKM.
“Kami sangat berharap adanya kehadiran fintech P2P lending ini mampu menjadi jembatan kolaborasi untuk UMKM Bali dalam mendapatkan sumber modal usaha yang lebih cepat dan mudah untuk kelancaran bisnisnya”, ungkap Business Development Komunal, Glenn Savero Diego.
Diambil dari data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bali, tercatat rasio kewirausahaan masyarakat hingga akhir Desember 2018 telah mencapai angka 8,38 persen atau 5 persen berada di atas rata-rata nasional. Hal itu tentunya menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah dalam mendorong perusahaan teknologi untuk mengadakan edukasi permodalan melalui finansial teknologi (fintech) dan teknologi smart dashboard untuk UMKM. (da)