Kantongi 90 Ribu KTP, Relawan Deklarasikan AWK , Cagub Alternatif di Pilgub Bali
KataBali.com – Kompetisi menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 makin ketat. Ketatnya persaingan menjelang hajatan politik lima tahunan itu, menyusul dengan munculnya deklarasi dari sejumlah kelompok masyarakat dan relawan untuk mengusung Senator asal Bali IGN Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa (AWK) sebagai calon gubernur (cagub) alernatif dari non partai alias independent, Selasa (31/1).
Bahkan, meski mengakui dengan beratnya persaingan dan peraturan untuk mengusung calon dari jalur perseorangan, dengan minimal suara dukungan sebanyak 250.094 KTP, namun para relawan yakin jika mereka mampu mengantarkan AWK maju sebagai cagub Bali di Pilgub mendatang.
Seperti ditegaskan Koordinator Lapangan Relawan AWK for Gubernur Bali 2018-2023 Jero Putu Rudy Warmasadha. Dikonfirmasi disela deklarasi di Posko Pemenangan (Posko AWK 41) di Jalan Hangtuah Denpasar, menyatakan, bahwa ada sejumlah alasan hingga pihaknya mendukung AWK. Pertama selain dinilai sebagai tokoh berpengaruh dan memiliki basis militan, AWK juga diklaim sebagai figur muda yang energik dan tidak memiliki dosa sejarah selama menjadi pejabat publik.
“Dilihat dari hasil survei dan polling relawan, popularitas dan elektabilas beliau (AWK) sangat bagus. Itu terlihat juga dari follower di media sosial,”terang Rudy didampingi Humas Relawan 41 Riky Sembiring.
Selain itu, dengan banyaknya masyarakat yang anti pati terhadap parpol, pihaknya juga meyakini jika AWK akan menjadi swing voter bagi masa mengambang di Bali.”Kemenangan AWK di Pemilu 2014 dengan meraih suara 178.934 juga menjadi bukti riil sekaligus modal kuat untuk lolos dan menang di Pilgub Bali 2018 mendatang,” terangnya.
Tak hanya itu, dengan sikap konsisten dan keberanian AWK juga diyakini akan mampu menjadi figur pelindung Bali dari serbuan investor rakus, juga menjadi alasan mendasar relawan untuk mendukung AWK. “Kami berani tegaskan bahwa banyak pemimpin di Bali yang pintar dan berkuasa, tapi tidak ada satupun yang berani menyuarakan kepentingan umat Hindu,”tegasnya.
Sehingga dengan sejumlah alasan itu, pihaknya bersama gerakan pemuda Marhen, Persatuan Hindu Bali dan Aliansi Mahasiswa Hindu Bali bulat dukung AWK sebagai gubernur Bali.”Jauh dari sebelum deklarasi ini kami sudah kumpulkan 90 ribu KTP. Intinya kami akan terus berusaha mengumpulkan dukungan ke seluruh Bali. Target kami Agustus ini sudah bisa memenuhi syarat minimal dukungan (250.094 KTP), dan mandapat dukungan dari masyrakat,”ujarnya.
Bahkan, meski mendukung maju sebagai cagub dari jalur perseorangan, namun pihaknya juga tak menutup peran parpol yang ingin bergabung.”Silahkan saja, selama memiliki visi yang sama, kami tak akan menutup celah dari kawan partai yang ingin mendukung,”tambahnya.
Sehingga dengan sembari terus mengumpulkan dukungan, pihaknya juga akan segera mengkomunikasikan ke AWK sebagai figur yang didukung.
Bagaimana dengan wakil? Ditanya demikian, Riky menyatakan belum sampai pada tahap itu, “Kami serahkan kepada Pak AWK, soal wakil yang pasti selain memiliki dedikasi yang baik, intelek, juga berintegritas,” jelasnya.
Sementara atas dorongan dan deklarasi itu, AWK yang dikonfirmasi terpisah menyatakan menyambut baik. “Saya sudah dengar ada inisiatif beberapa organisasi termasuk teman-teman yang mendukung saya ke Pilgub. Jadi pada intinya saya tidak akan memotong aspirasi mereka, saya akan dukung saja. Silahkan saja kalau ada relawan di Bali yang akan mendukung saya di Pilgub nanti,” terangnya.
Menurut AWK, saat ini dirinya sedang fokus dengan tugasnya di DPD RI.”Masih banyak tugas-tugas di Jakarta. Walaupun Komunikasi politik dengan partai politik sudah ada, secara dipublik kan sudah kalau tiang sering diundang pada partai untuk mengisi acara mereka. Kami juga sudah sampaikan ke publik kalau melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh partai,” akunya.
Bahkan tak hanya itu, AWK juga menyatakan sudah ada beberapa tokoh di Bali yang datang ke dirinya untuk mengajak bertandem pada Pilgub Bali 2018. Akan tetapi, saat ditanyai siapa yang dimaksud, AWK menolak untuk membeberkan. “Ada juga calon atapun tokoh-tokoh di Bali yang mungkin datang ke saya untuk menggandeng menjadi Bali I ataupun Bali II. Itu ada, tapi saya tidak bisa kasih tau,” pungkasnya. (JcJy)

