DLHK Badung Gerak Cepat Tangani Sampah Kiriman, 150 Personel TNI Dikerahkan Bersihkan Pantai Kelan
KataBali.com – Badung – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar apel peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) 2026 yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih pantai di pesisir Kelan, Kuta, Jumat (27/3). Kegiatan ini difokuskan pada penanganan sampah kiriman yang kerap memenuhi kawasan pantai
Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama anggota DPRD seperti Made Suda dan Nyoman Graha Wicaksana, Kajari Badung, Plt. Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuthi, jajaran OPD, TNI, Polri, hingga pelajar.
Di sela kegiatan, Plt. Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuthi menegaskan bahwa penanganan sampah kiriman dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari DLHK, TNI/Polri, hingga komunitas masyarakat.
“Seluruh tenaga kami kerahkan, termasuk dukungan TNI/Polri dan komunitas. Semuanya terlibat dalam penanganan sampah kiriman ini,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan penanganan, DLHK Badung juga telah melengkapi sarana dan prasarana. Setiap zona pesisir yang dibagi menjadi enam wilayah dilengkapi alat berat, serta penambahan armada pengangkut melalui penyewaan sejumlah truk.
Warastuthi menjelaskan, penanganan sampah kiriman dilakukan setiap hari. Setelah petugas menyelesaikan pembersihan di jalur protokol, mereka langsung bergerak ke zona pesisir untuk melanjutkan aksi bersih-bersih.
“Khusus di kawasan Kuta, kami dibantu sekitar 150 personel TNI untuk mempercepat proses pembersihan pantai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebersihan pantai merupakan kebutuhan bersama, bukan sekadar pilihan. Sebagai destinasi pariwisata unggulan, pantai di Badung menjadi wajah daerah yang harus selalu dijaga kebersihannya.
“Pantai adalah etalase pariwisata Badung. Ini aset dan sumber pendapatan daerah, sehingga kebersihannya menjadi kebutuhan yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Terkait pemanfaatan sampah kiriman, khususnya kayu gelondongan, DLHK Badung terlebih dahulu melakukan pengumpulan. Kayu yang masih layak pakai diperbolehkan diambil oleh masyarakat, sementara sisanya dicacah untuk dimanfaatkan sebagai bahan kompos.
Usai apel, seluruh peserta turun langsung ke lapangan untuk memungut berbagai jenis sampah, mulai dari organik, plastik, hingga kayu kiriman. Proses pembersihan juga didukung pengerahan alat berat berupa loader, sementara kayu-kayu berukuran besar dipotong agar mudah dipindahkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai semakin meningkat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Badung.**

