Bupati Adi Arnawa Resmikan Genah Melasti “Pacinan Gumasih”, Total Bantuan Rp 6,1 M untuk Desa Adat Abiansemal
KataBali.com – Badung – I Wayan Adi Arnawa kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan pembangunan berbasis adat dan budaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap pembangunan serta upacara melaspas genah Melasti Desa Adat Abiansemal yang diberi nama “Pacinan Gumasih”, bertepatan dengan rahina Purnama Kesanga, Selasa (3/3).
Upacara melaspas dipuput oleh Ida Pedanda Istri Kania dan berlangsung khidmat di lokasi genah Melasti yang terletak di sisi barat Sungai Ayung. Kehadiran Bupati didampingi Sekcam Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, perbekel, bendesa adat, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menandatangani prasasti dan menyerahkan bantuan upakara sebesar Rp 25 juta.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat krama Desa Adat Abiansemal yang berkomitmen membangun tempat Melasti sebagai sarana penyucian pratima dan tapakan Ida Bhatara dalam rangkaian Hari Suci Nyepi. Ia menegaskan, terwujudnya genah Melasti ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus meningkatkan fasilitas keagamaan yang representatif.
“Ini adalah semangat titiang kepada krama. Ke depan, apa pun program kegiatan masyarakat akan kami dukung agar krama Badung bahagia,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, pembangunan genah Melasti telah dibantu melalui anggaran tahun 2023 sebesar Rp 2,7 miliar dan kembali dilanjutkan melalui anggaran perubahan tahun 2025 sebesar Rp 3,4 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembelian lahan serta pembangunan sejumlah fasilitas dan pelinggih. Dengan demikian, total bantuan yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Badung mencapai Rp 6,1 miliar.
Sementara itu, Bendesa Adat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Bupati Badung sehingga krama kini memiliki tempat Melasti yang layak dan representatif. Dari dana hibah Rp 3,4 miliar pada anggaran perubahan 2025, telah direalisasikan pembelian tanah seluas 10 are, pembangunan tembok penyengker, Pelinggih Padma Sari, bale pawedan, sumur genah toya ning, tempat pementasan, serta paving halaman.
Ia juga menuturkan bahwa tradisi Melasti di bantaran Sungai Ayung sejatinya telah dilaksanakan sejak dahulu. Namun setelah dilakukan penataan dan pembangunan kembali, upacara Melasti mulai dilaksanakan kembali sejak tahun lalu dan akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Dengan rampungnya pembangunan genah Melasti “Pacinan Gumasih”, diharapkan keberadaan tempat suci ini semakin memperkuat pelestarian adat, budaya, dan spiritualitas masyarakat Abiansemal sekaligus menjadi simbol kolaborasi harmonis antara pemerintah dan krama adat. hbd

