Wamentrans Viva Yoga Dorong Kebangkitan Program Sukunisasi, Sebut Sukun Pangan Masa Depan di Kawasan Transmigrasi

KataBali.com – Jakarta – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menerima audiensi Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera di Gedung C Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia mendorong pengkajian kembali program sukunisasi yang pernah dijalankan pada era 1990-an sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan ketahanan pangan nasional.

Viva Yoga mengingatkan bahwa pada masa kepemimpinan Menteri Transmigrasi Siswono Yudo Husodo, pemerintah pernah menginisiasi penanaman pohon sukun di pekarangan rumah kawasan transmigrasi. Program tersebut dinilai relevan untuk dihidupkan kembali melihat potensi besar tanaman sukun sebagai sumber pangan alternatif.

“Dengan kehadiran Bapak-Ibu, kita diingatkan kembali pada program sukunisasi. Ini perlu dikaji untuk kemungkinan dikembangkan lagi di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Menurutnya, sukun memiliki berbagai keunggulan, antara lain mampu tumbuh di berbagai jenis lahan, minim kebutuhan pupuk dan pestisida, menjadi sumber karbohidrat setara beras, menyerap karbon, serta memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, sukun dinilai sangat potensial dalam mendukung diversifikasi pangan nasional.

“Saya setuju sukun kembali ditanam. Tanaman ini mendukung diversifikasi pangan dan merupakan tanaman pangan masa depan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Kementerian Transmigrasi saat ini mengelola 154 kawasan transmigrasi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, porang, ubi, dan sagu, termasuk sektor perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Namun, komoditas sukun belum dikembangkan secara masif dan masih bersifat inisiatif personal masyarakat.

“Padahal sukun bisa menjadi alternatif pengganti nasi dan mendukung swasembada pangan,” tambah mantan anggota Komisi IV DPR RI dua periode tersebut.

Ia juga membuka peluang bagi yayasan untuk menentukan lokasi pengembangan sukunisasi hingga industrialisasi berbasis kawasan transmigrasi. Pengolahan sukun dinilai memiliki prospek ekonomi luas karena dapat dijadikan tepung, snack, beras analog, makanan bayi, mie instan, hingga pakan ternak.

Viva Yoga menilai langkah sosialisasi yang dilakukan yayasan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai ekonomi sukun. Ia mencontohkan kelapa sawit yang dahulu belum dikenal luas, namun kini menjadi komoditas utama penopang ekonomi masyarakat.

“Ke depan masyarakat juga akan melihat sukun sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. **

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *