Menjawab Krisis Iklim, Mahasiswa Pertanian Didorong Jadi Kreator Teknologi
KataBali.com – DENPASAR, Ancaman krisis iklim yang semakin nyata dan rendahnya optimalisasi teknologi di sektor hulu menuntut mahasiswa pertanian melakukan lompatan peran. Mereka kini tidak lagi cukup hanya menjadi pengamat, melainkan harus bertransformasi menjadi kreator solusi yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan global.
Pesan tersebut menjadi inti sari pemikiran Dekan Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa (UNWAR), Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si, saat memberikan arahan kepada jajaran pengurus baru organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan FPST UNWAR, pada Senin lalu (2/2/2026).
Sektor pertanian saat ini berada dalam tekanan ganda, perubahan iklim yang ekstrem dan masalah daya saing produk di pasar global. Prof. Suriati menyoroti adanya celah antara perkembangan ilmu pengetahuan dengan praktik di lapangan. Organisasi mahasiswa seperti BEM, DPM, dan HMPS harus menjadi motor penggerak untuk menutup celah tersebut.
“Organisasi mahasiswa berperan penting dalam menyebarluaskan pengetahuan dan teknologi terbaru kepada petani dan masyarakat umum,” ujar Prof. Suriati. Program kerja mahasiswa harus mulai bergeser ke arah penelitian terapan, penyuluhan, hingga pelatihan yang berdampak langsung pada produktivitas petani.
Pola organisasi yang hanya bersifat internal kini perlu ditinggalkan. Mahasiswa didorong untuk “turun ke bumi” melalui program-program kolaboratif seperti pengembangan pertanian masyarakat, festival pangan lokal, hingga bazar hasil tani yang melibatkan masyarakat di sekitar kampus secara langsung.
Kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan sektor swasta dipandang sebagai kunci utama. Melalui kolaborasi inilah mahasiswa akan mendapatkan pengalaman nyata dan jaringan yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif di masa depan.
Inovasi teknologi harus dibarengi dengan integritas pribadi yang kuat. Kepemimpinan di kampus adalah laboratorium untuk mengasah etika dan kejujuran. “Kepemimpinan bukan tentang posisi atau kekuasaan, tetapi bagaimana menginspirasi dan memberdayakan orang lain,” tegas Prof. Suriati.
Regenerasi ini diharapkan menjadi titik tolak bagi FPST UNWAR untuk lebih kontributif dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Seluruh civitas akademika juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pengurus lama atas dedikasi dan kerja keras mereka selama satu periode terakhir. mul

