Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025
KataBali.com – BADUNG – Program bantuan sosial (bansos) menjelang hari raya keagamaan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Badung terbukti efektif menekan laju inflasi daerah. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp2 juta per kepala keluarga (KK) ini berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.
Hal tersebut tercermin dalam Laporan Inflasi Tahunan Wilayah Cakupan IHK se-Bali Tahun 2024 dan 2025. Berdasarkan data tersebut, angka inflasi Kabupaten Badung menunjukkan tren penurunan, terutama pada periode penyaluran bantuan sosial yang bertepatan dengan perayaan hari besar keagamaan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan di Jakarta, Minggu (11/1/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari Bagian Ekonomi Setda Badung terkait penurunan inflasi pada beberapa bulan strategis.
“Berdasarkan laporan dan data BPS Kabupaten Badung, inflasi mengalami penurunan pada bulan Februari, Maret, April, dan November. Bulan-bulan tersebut bertepatan dengan hari besar keagamaan, saat program bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan antara tahun 2024 sebelum program dijalankan dan tahun 2025 setelah program dilaksanakan, secara keseluruhan inflasi Kabupaten Badung mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini paling terasa pada momentum hari raya seperti Idul Fitri, Galungan, dan Kuningan.
Menurutnya, stimulus ekonomi yang diberikan Pemkab Badung melalui bantuan sosial berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat sehingga lonjakan harga dapat dikendalikan. “Program ini memang dirancang sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi sekaligus untuk mendorong konsumsi masyarakat,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa berharap, program bantuan sosial menjelang hari raya keagamaan ini dapat terus berlanjut ke depan. “Astungkara program ini benar-benar bisa meringankan beban masyarakat Kabupaten Badung, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang,” harapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung yang dilansir melalui laman resmi badungkab.bps.go.id, inflasi tahun 2025 tercatat lebih terkendali dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2025, inflasi Februari saat perayaan Imlek tercatat sebesar 0,98 persen, Maret saat Idul Fitri sebesar 1,32 persen, April saat Hari Raya Galungan dan Kuningan sebesar 1,80 persen, serta November sebesar 1,61 persen pada momentum Galungan dan Kuningan.
Capaian ini menegaskan bahwa kebijakan bantuan sosial menjelang hari raya keagamaan tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah Kabupaten Badung. hbd

