BKS LPD Bali Dorong Tata Kelola dan Digitalisasi, Diskusi Akhir Tahun Jadi Ajang Evaluasi LPD
KataBali.com – Gianyar – Ketua Badan Kerjasama (BKS) Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Provinsi Bali Nyoman Cendikiawan menegaskan bahwa Diskusi Akhir Tahun yang digelar BKS LPD Bali bukan sekadar forum wacana, tetapi menjadi ruang eksekusi program strategis guna memastikan LPD di Bali terus berkembang memasuki usia ke-41.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Diskusi Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan BKS LPD Bali bersama Forum Media Peduli LPD di Kantor BKS LPD Gianyar, Senin (29/12/2025).
Diskusi yang dipandu Nyoman Winata ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Anggota DPD RI Perwakilan Bali Ida Bagus Rai Darmawijaya Mantra, akademisi Prof. IB Raka Suardana, perwakilan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, serta PT USSI yang mendukung penguatan digitalisasi LPD.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan dihadiri Sekda Gianyar, pengelola LPD se-Bali, pengurus BKS LPD provinsi dan kabupaten/kota, pengurus Majelis Desa Adat (MDA), utusan yowana, serta pelaku UMKM binaan LPD.
Nyoman Cendikiawan menyampaikan apresiasi kepada Forum Media Peduli LPD, PWI Bali, serta seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, dan DPD RI yang selama ini memberikan dukungan terhadap eksistensi dan penguatan LPD.
“Diskusi ini menjadi bagian dari upaya konkret untuk membawa LPD Bali semakin maju dan adaptif. Terima kasih atas motivasi dan dukungan seluruh pihak terhadap keberadaan LPD,” ujar Cendikiawan yang juga menjabat Kepala LPD Telepud.
Ia menambahkan, LPD telah menjadi objek kajian akademik yang luas, mulai dari skripsi S1 hingga riset S2 dan S3. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan peran LPD yang besar dalam edukasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Ini bukti LPD memberikan edukasi luar biasa. Karena itu, mari kita bersama-sama, termasuk para peneliti dan akademisi, untuk ikut berkontribusi mengembangkan LPD ke depan,” tegasnya.
Ajang Evaluasi dan Mulat Sarira
Cendikiawan menegaskan, Diskusi Akhir Tahun ini juga menjadi ajang evaluasi dan introspeksi (mulat sarira) bagi seluruh pengelola LPD.
“Yang sudah baik harus kita lanjutkan, sementara yang kurang atau keliru wajib kita perbaiki. Kami berharap masukan dan dukungan, khususnya terkait tata kelola dan digitalisasi LPD,” katanya.
Ia memastikan diskusi semacam ini akan terus digelar setiap tahun dan kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Hasil diskusi, lanjutnya, akan ditindaklanjuti secara konkret bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Bupati Gianyar: Audit Reguler untuk Perkuat LPD
Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam sambutannya mengingatkan bahwa LPD merupakan warisan kebijakan visioner yang lahir pada era Gubernur Bali IB Mantra pada 1980-an.
“LPD sudah banyak yang besar dan eksis, namun tidak semuanya harus besar. Itu sangat tergantung pada pengelolaan dan basis ekonomi desa tempat LPD berada,” ujar Mahayastra.
Menurutnya, menjaga eksistensi dan keberlanjutan LPD merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diskusi akhir tahun dinilai sangat penting sebagai ruang refleksi dan perumusan langkah ke depan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan memfasilitasi audit reguler LPD melalui tim auditor yang dibiayai pemerintah dan dihibahkan kepada LPLPD. Audit tersebut akan dilakukan setiap tahun dengan empat kategori hasil, yakni wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, dan tidak memberikan pendapat.
“Hasil audit wajib ditindaklanjuti maksimal dalam enam bulan. Semua ini bermuara pada satu tujuan, yakni kemajuan dan keberlanjutan LPD,” tegasnya. **

