DPD Bakti Taskin Jember Resmi Dibentuk, Neng Gyta Didapuk Jadi Ketua

KataBali.com – Jember – Bakti Taskin resmi membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Kabupaten Jember. Organisasi ini dipimpin oleh Neng Gyta Eka Puspita, SE, MSc, istri Bupati Jember sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Jember, yang dipercaya sebagai Ketua DPD Bakti Taskin Jember.

Pembentukan DPD di Jember ini sekaligus menjadi persiapan penting menjelang Konferensi Tapal Kuda (KTK) yang akan digelar Oktober 2025 di GOR Kaliwates Jember. Acara berskala nasional ini dijadwalkan menghadirkan Presiden RI Prabowo Subianto serta lebih dari 100 pengurus DPD Bakti Taskin dari berbagai daerah di Indonesia.

Korwil Bakti Taskin Jatim, Fatih, menilai kepemimpinan Neng Gyta akan menjadi penguat koordinasi lintas sektor.

“Dengan kesediaan Ibu Neng Gyta memimpin DPD, koordinasi dengan OPD seperti Disperindag, Diskop, hingga Rumput Taskin bisa lebih terarah. Draft kepanitiaan juga sudah mulai disusun dengan melibatkan akademisi dan praktisi, tinggal menambahkan para pengusaha peduli agar KTK semakin solid. Kami berterima kasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada beliau yang sekaligus bersedia menjadi Ketua Konferensi Tapal Kuda,” jelas Fatih.

Fatih menambahkan, persiapan KTK berjalan penuh semangat dan kebersamaan.

Sementara itu, Neng Gyta menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan program, melainkan harus berawal dari keluarga.

 “Saya percaya kesuksesan pengetasan kemiskinan dimulai dari keluarga, dari kesadaran setiap orang tua membangun pola hidup yang lebih baik. Dengan membangun kesadaran bersama, masyarakat Jember akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Jember siap menjadi tuan rumah KTK 2025.

“Kami berterima kasih karena Jember dipercaya menjadi tempat konferensi berskala nasional ini. Sebagai Ketua TP PKK, saya bersama OPD akan bekerja keras mengoptimalkan sumber daya yang ada agar pelaksanaan KTK di Jember berjalan sukses. Bagi kami, konferensi ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi momentum untuk membangkitkan kesadaran kolektif dalam mengatasi kemiskinan,” tutur Neng Gyta.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah.

 “Pengentasan kemiskinan tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada keterlibatan seluruh elemen: keluarga sebagai basis utama, masyarakat sebagai penggerak, dan pemerintah sebagai fasilitator. Dengan sinergi ini, saya yakin Jember bisa memberi teladan nasional,” pungkasnya. tm

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *