Program Studi Agroteknologi Unwar Diminta Bantu Pengembangan Agrowisata Rosella Organik di Tabanan

KataBali.com – Tabanan, Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (FPST-Unwar) diminta membantu dalam pengembangan agrowisata rosella organik di Tabanan. Apalagi saat ini Tabanan sedang mengembangkan budidaya rosella di Desa Apuan-Tabanan.

Harapan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia, S.Pi., MM di sela-sela kegiatan Pengabdian Internasional kolaborasi Fakultas Pertanian Sains dan Teknologi- Universitas Warmadewa dengan Universitas Teknologi Mara dan Universitas Putra Malaysia. Kolaborasi pengabdian internasional dilaksanakan di Kecamatan Penebel, Tabanan pada Senin (14/7/2025).

Menurut Subagia salah satu lokasi pengembangan rossela di Tabanan berada di Banjar Tinungan, Desa Apuan yang dikoordinir oleh Kelompok Wanita Tani, Mekar Wijaya Kusuma. Pengembangan budidaya rosella ini merupakan bagian dari pengembangan produk hortikultura di Kabupaten Tabanan.

“Kami berharap rosella dan juga produk turunan dari rosella menjadi produk unggulan ketahanan pangan desa dan menjadi kawasan agrowisata rosella” kata Subagia.

Subagia berharap pihak kampus khususnya Prodi Agroteknologi dapat membantu dalam mewujudkan praktek pertanian rosella yang baik menuju budidaya pertanian rosella organik. Kegiatan pengabdian International ini.

“Kalau dari Warmadewa bisa melakukan ini, nanti tinggal buat usulan. Kita akan usulkan ke provinsi. Mudah-mudahan tahun 2026 setelah nanti ada nomor registrasi kita langsung usulkan ke sertifikat organik karena di provinsi kan sudah ada lembaga sertifikat organik” ujarnya.

Menanggapi harapan tersebut, Kaprodi Agroteknologi Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si menyatakan siap untuk membantu dalam pengembangan agrowisata rosella organik di Tabanan. Upaya pendampingan akan terus dilakukan pada kelompok tani sehingga petani mampu memahami teknik budidaya rosella.

Prodi Agroteknologi dalam kegiatan pengabdian masyarakat international ini mengambil peran dalam kegiatan Tumpang sari tanaman Rosella dengan tanaman sayuran seperti Pakcoi dan daun bawang sehigga peningkatan nilai tambah dapat dihasilan melalui hasil ganda produk tanaman Rosella dan sayur-sayuran.

“Dosen-dosen kami akan terjunkan untuk melakukan pendampingan, sehingga upaya pengembangan budidaya rosella organik dan tanaman sayuran dapat terwujud. Ini juga dapat menjadi bagian pembelajaran juga bagi mahasiswa kami” papar Udayana.

Sedangkan akademisi dari Universitas Teknologi Mara-Malaysia, Dr. Aida Firdaus MN Azmi dan Dr. Siti Khairiyah Binti Mohd. Hatta mengakui budidaya rosella kini menjadi salah satu upaya yang diminta petani. Apalagi masyarakat kini semakin menyadari manfaat dari teh Rosella.

“Rosella bermanfaat bagi kesehatan terutama bagi penurunan kolesterol. Rosella juga dapat dibuat menjadi beberapa produk lainnya seperti dodol, permen dan selai” ungkapnya.

Sementara Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wijaya Kusuma, Ni Luh Gede Santi Dewi mengapresiasi rencana pengembangan agrowisata rosella organik, namun berharap adanya pendampingan yang berkelanjutan.

“Kami berharap ada pendampingan dan penyuluhan yang berkelanjutan. Kami membutuhkan bantuan dalam mengakses pasar, sehingga produksi kami mampu terserap” harap Santi Dewi.

Ia mengakui selama ini hasil produksi rosella dijual dengan harga Rp. 20.000 per kilogram dalam kondisi basah. Kendati ia dan rekanya sudah berusaha mengolah rosella yang dihasilkan menjadi teh rosella dan saos rosella. *

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *