Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Berangsur Normal, 45 Kapal Kembali Beroperasi
KataBali.com – BANYUWANGI – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memastikan situasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, berangsur normal setelah sempat mengalami kemacetan total pada Rabu (16/7/2025) akibat aksi pemblokiran akses oleh sejumlah sopir truk.
Pemblokiran dilakukan sebagai bentuk protes atas terbatasnya jumlah kapal yang beroperasi, menyusul pelaksanaan inspeksi keselamatan kapal di dermaga LCM (Landing Craft Machine). Inspeksi tersebut merupakan tindak lanjut untuk memastikan keselamatan pelayaran, terutama setelah insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya beberapa waktu lalu.
“Dari 54 kapal yang diperiksa, 15 kapal belum laik laut. Namun hari ini sudah ada tambahan 6 kapal yang dinyatakan aman, sehingga total ada 45 kapal yang siap beroperasi melayani lintas Ketapang–Gilimanuk,” jelas Muhammad Masyhud, Dirjen Perhubungan Laut.
Saat ini, kemacetan sudah mulai terurai dan akses menuju pelabuhan telah dibuka kembali. Koordinasi terus dilakukan antara pihak pelabuhan, otoritas pelayaran, dan aparat keamanan untuk menghindari gangguan lanjutan terhadap kelancaran logistik dan pergerakan kendaraan.
“Kami memastikan keselamatan pelayaran dan arus logistik tetap menjadi prioritas. Tim kami terus memantau situasi di lapangan,” tambah Masyhud.
Ditjen Perhubungan Laut juga meminta seluruh pihak untuk tetap bersabar dan mendukung langkah-langkah pengawasan keselamatan kapal sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi insiden laut di masa depan. *

