Tingkatkan Literasi dan Inklusi di Pedesaan,OJK Regional Bali Nusra Gandeng Universitas Udayana KKN
KataBali.com – Denpasar – Untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat di pedesaan, OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menggandeng Universitas Udayana melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi dan Inklusi Keuangan. Program ini melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari 13 Fakultas di Universitas Udayana tahun ini dilaksanakan di 10 Desa di 8 Kabupaten di Provinsi Bali.
Sepuluh Desa tersebut,yaitu Desa Pelaga (Kab. Badung), Desa Nongan (Kab. Karangasem), Desa Bengkala dan Desa Depeha (Kab.Buleleng), Desa Landih (Kab. Bangli), Desa Karyasari (Kab. Tabanan), Desa Manistutu (Kab. Jembrana), Desa Lodtunduh (Kab. Gianyar), Desa Tanglad dan Desa Sekartaji (Kab. Klungkung).
Pelaksanaan program ini,bentuk sinergi aliansi strategis antara OJK dengan kalangan akademisi di Bali meningkatkan literasi dan inklusi terutama di wilayah pedesaan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, gap antara tingkat literasi dan inklusi di Bali mencapai 34,55% dengan tingkat inklusi sebesar 92,21% dan tingkat inklusi sebesar 57,66%.Berdasarkan wilayah terdapat gap tingkat literasi dan inklusi keuangan wilayah pedesaan di Bali sebesar 39,45%.
Sebelum mahasiswa-mahasiswa KKN Literasi dan Inklusi Keuangan terjun ke desa tujuan KKN, diadakan pembekalan umum kepada seluruh mahasiswa peserta KKN Universitas Udayana periode Juli-Agustus 2023 tanggal 8 Juni 2023 di Gedung Widya Sabha Universitas Udayana,dan pembekalan khusus di OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara tanggal 16 Juni 2023 dan 12 Juli 2023.
Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Kristrianti Puji Rahayu mengatakan, mahasiwa sebagai generasi muda harus menjadi agen edukasi untuk lingkungannya, melalui program ini diharapkan mahasiswa menjadi katalisator peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masing-masing desa tujuan KKN.
Pelepasan peserta KKN dilaksanakan di Kampus Bukit Jimbaran Universitas Udayana disertai penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OJK diwakili Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Ibu Kristrianti Puji Rahayu dengan 13 Fakultas di Universitas Udayana ditandatangani masing-masing Dekan.
Perjanjian tidak hanya tentang KKN Literasi dan Inklusi Keuangan, juga tentang pelaksanaan program edukasi upaya meningkatkan literasi dan inklusi di civitas akademika melalui program pemanfaatan Learning Management System (LMS) Keuangan OJK, pertukaran data dan informasi, hingga pengabdian dan penelitian, serta program lainnya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rektor Universitas Udayana,Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara menjelaskan, apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara atas inisiatif program KKN Literasi dan Inklusi Keuangan bersama Universitas Udayana. Program ini diharapkan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahunnya.
Selama periode waktu KKN Literasi dan Inklusi, mahasiswa di desa tujuan KKN akan melaksanakan program OJK seperti survei literasi dan inklusi keuangan, pendampingan UMKM, edukasi keuangan kepada siswa di sekolah di desa, edukasi tentang kesadaran berinvestasi, edukasi akses permodalan UMKM melalui KUR, edukasi tentang kesadaran untuk memiliki proteksi, edukasi waspada investasi dan pinjaman online illegal, edukasi kejahatan digital, membantu desa menyiapkan pojok literasi keuangan serta menyusun profil ekonomi desa.
Program KKN Literasi dan Inklusi Keuangan dilaksanakan dari 15 Juli 2023 hingga 27 Agustus 2023.Kegiatan edukasi tidak hanya melibatkan pihak mahasiswa dan desa, juga melibatkan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di Bali serta pemerintah daerah masing-masing Kabupaten melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Melalui program ini, masyarakat desa diharapkan cerdas mengelola keuangan dan memilih produk keuangan agar terhindar dari penawaran investasi illegal serta tidak menjadi korban pinjaman online illegal dan kejahatan keuangan digital sehingga terwujud Desaku Cakap Keuangan. nn

