Rakor Kesiap-siagaan Hadapi Corona, Wagub Cok Ace: Pemprov Bali Persiapkan RS dengan Tempat Perawatan dan Ruang Isolasi
KataBali.com – Denpasar- Mensikapi pernyataan resmi Presiden terkait dua orang yang positif terjangkit virus corona, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) melalui pemerintah propinsi Bali membeberkan usaha-usaha dengan instansi terkait.
“Kita tidak bisa lagi menyatakan tidak terjadi apa-apa, meskipun jarak Jakarta dan Bali jauh, berbeda pulau namun kita semua adalah Indonesia dan ada laporan resmi bahwa sudah ada yang terjangkit di Indonesia,” kata Wagub.
Disampaikannya beberapa paradigma perlu diperbaiki, semua informasi harus lebih terbuka sekarang, lewat media massa, media sosial dan media lain.
“Intinya, kita koordinasikan kesiapan fasilitas kesehatan di Bali, rumah sakit-rumah sakit bilamana ada orang yang terjangkit virus corona di Bali”, kata Cok Ace.
Sampai saat ini di Bali, belum ada yang positif terjangkit corona. dari 25 orang yang dalam pengawasan semuanya terbukti negative, disamping ada 2 WN Jepang (salah satunya sudah menunjukkan gejala kesembuhan) yang masih harus menunggu hasil laboratorium ujar Cok Ace.
“Namun kita tetap harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, kesiapan-kesiapan sarana kesehatan, seperti tempat perawatan dan ruang isolasi khusus untuk menangani pasien terdampak,” terang Cok Ace.
Wagub menerangkan tempat tidur diruang isolasi yang disiapkan sampai saat ini, di RS Sanglah ada 18 tempat tidur (dengan 4 tempat tidur isolasi dilengkapi ruang bertekanan negatif standar WHO), di RS Sanjiwani Gianyar ada 3 ruang isolasi plus 9 tempat tidur dan RSUD Tabanan ada 7 tempat tidur (2 ruang isolasi).
Jumlah ini sangat mungkin akan terus ditambah andaikata ada kebutuhan, imbuh Cok Ace.
“Kita juga menyiapkan skenario dan skema andaikata terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya jika ada pasien sejumlah 50 orang, lalu jika mencapai angka 100 orang , diatas 200 orang dan seterusnya, skemanya sudah ada. Namun saat ini kita fokuskan dulu di 3 rumah sakit rujukan ini dulu,” terang Wagub.
“Kita pun menyiapkan skenario untuk mem-blok satu rumah sakit bilamana terjadi banyak kasus. RS Universitas Udayana di Jimbaran, siap dengan kapasitas 100 pasien, lalu ada RS Bali Mandara berkapasitas 200 pasien. Ini kemungkinan terburuk,” ujar Cok Ace.
Dalam menghadapi, Wagub mengatakan di Bali semua RS di masing-masing kabupaten siap menghadapi pasien terdampak virus corona sudah punya fasilitas untuk isolasi pasien.
Demikian pula dengan kebersihan dan mekanisme alur penumbang di Bandara untuk mengantisipasi orang yang masuk ke Bali, juga sudah dilakukan dengan SOP benar dan maksimal, jadi tidak perlu kekhawatiran berlebih. Persiapan di Bandara Ngurah Rai : terpasang 3 thermo scanner, di
Pelabuhan Benoa 1 thermo scanner jelas Wagub.
Menurutnya Semua mekanisme tersebut kita buka untuk diketahui bersama dan meyakinkan wisatawan bahwa pelayanan kita, kesiap-siagaan kita di Bali sudah memenuhi syarat semua. Membuat mereka merasa nyaman.
“Kita saat ini sosialisasikan bahwa kita sangat siap dengan kondisi dimana virus corona ini merebak. Semua instansi berupaya untuk mendukung,” kata Cok Ace.
Satu hal yang harus diketahui terutama oleh masyarakat bahwa pasien terjangkit virus corona ini mempunyai kemungkinan sembuh yang tinggi, hingga 98 persen. Hanya memang penyebarannya sangat cepat. Kemungkinan sembuhnya sangat tinggi terang Cok Ace.
“Kami juga menghimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan masker, penimbunan akan ditindak tegas. Masker juga jangan disalahgunakan karena peruntukannya hanya untuk sekali pakai. Jika perlu, masker yang sudah digunakan langsung dipotong agar tidak ada pihak yang mendaur ulang,” imbuh Cok Ace.
Jaga selalu kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, untuk meningkatkan imunitas tubuh kita, pesannya.
Sementara itu Kadis Kesehatan dr I Ketut Suarjaya mengatakan Pasien dalam pengawasan (menunjukkan gejala, namun masih menunggu hasil lab, red) di RS Sanglah ada 2 orang, di RS Tabanan 1 orang, di RS Mangusada ada 1, di RS Sanjiwani Gianyar ada 3.
Mereka ini mengalami gejala-gejala seperti flu, namun masih dalam observasi. Kita melakukan dua kali uji lab selama 2 hari kata Suarjaya.
Diterangkannya terkait orang dalam pemantauan saat ini jumlahnya ada 13 orang dimana kebanyakan sempat bepergian ke luar negeri namun tidak menunjukkan gejala seperti dimaksud. “Tetap kita pantau, meskipun semuanya dalam kondisi sehat dan sudah melewati masa inkubasi virus. Semuanya juga sudah di cek lab, dan jika negative berarti mereka ini sudah clear,” terang Suarjaya.
Adapaun data yang masuk, menurut Suarjaya, ada sejumlah kasus keseluruhan s/d tanggal 3 Maret 2020 dengan rincian sebagai berikut.
a. Pasien dalam pengawasan : 29 orang dimana hasilnya,
- Sudah keluar hasil lab : 22 orang hasil negatif
- Menunggu hasil lab : 7 orang
Sementara itu Jumlah kasus dalam pengawasan hari ini tanggal 3 Maret 2020 dengan rincian,
a. RSUP Sanglah : 3 orang ( bayi 11 bulan, laki-laki, Jepang; 72 tahun
perempuan Indonesia; 23 tahun laki-laki, Jepang)
b. RSUD Sanjiwani Gianyar : 3 orang (34 tahun, perempuan, Rusia;
69 tahun, perempuan, Denmark; 68 tahun, laki-laki, Denmark)
c. RSUD Wangaya : 1 orang (66 tahun, laki-laki, Indonesia)
Menurutnya selain itu orang sekitar dari yang diawasi termasuk keluarga orang-orang yang dalam pengawasan, mereka terus dipantau oleh petugas kesehatan.
“Kita tetap atensi resiko-resiko, terutama jika ada notifikasi dari negara-negara sahabat terkait warganya yang berkunjung ke Bali,” ujarnya.
“Kepada masyarakat, kita ajak untuk menjaga kesehatan dan lingkugan sekitar agar tetap bersih. Virus memang belum ada obatnya sampai saat ini namun kuncinya ada pada imunitas tubuh kita,” sarannya.
Turut Hadir, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik provinsi Bali, jajaran Otoritas Bandara Ngurah Rai, Angkasa Pura, Pelindo III, Direktur RS Sanglah, RS Sanjiwani dan RS Tabanan.