HUT Kemerdekaan RI ke-74, Airport Ngurah Rai Ajak Wisatawan Ikuti Berbagai Lomba dan Dihibur Seni Budaya Bali

Keterangan: Wisman berpartisipasi dalam lomba lari kelereng (_marble race_), dan lomba memasukkan pena ke dalam botol (_pen into the bottle challenge_), digelar  Pengelola Bandara Internasional  I Gst Ngurah Rai, dalam rangka  Memeriahkan HUT RI ke 74 Tahun Sabtu ( 17/8 )   

KataBali.com – Denpasar. Mengusung tema “Indonesia Independence Day – SDM Unggul Indonesia Maju”, suasana terminal Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali  bernuansa patriotik dengan dekorasi Bendera Sang Merah Putih berombak yang memanjang, gagah menghias langit-langit Terminal Keberangkatan Domestik dan Internasional.

Gerai-gerai komersial dan perbelanjaan di Terminal Bandara berlomba-lomba menghias dan mempercantik diri dengan nuansa kemerdekaan. Tidak ketinggalan, staf yang bertugas di gerai komersial mengenakan kostum bertema perjuangan semakin memperkuat ambience_Hari Kemerdekaan.

    Bukan peringatan Hari Kemerdekaan namanya jika tidak ada perlombaan.Di Terminal Keberangkatan Domestik dan Internasional, Bali Airport I Gusti Ngurah Rai mengaajak wisatawan yang sedang menunggu  jadwal keberangkatan untuk  berpartisipasi dalam perlombaan seru seperti lomba lari kelereng (_marble race_), dan lomba memasukkan pena ke dalam botol (_pen into the bottle challenge_).

    Seperti biasa, Bali Airport I Gusti Ngurah Rai  mempersiapkan berbagai hadiah menarik bagi para peserta yang berhasil memenangkan lomba, seperti  goodie bag,t-shirt, dengan syarat penumpang cukup berbelanja di berbagai gerai di Bali Airport senilai minimal Rp 150.000 untuk penumpang domestik, dan Rp 300.000 untuk para penumpang internasional.

    Suasana terminal Bandara  bertambah semarak dengan alunan lagu-lagu dari band akustik dengan tema Hari Kemerdekaan, serta penampilan Tarian Baris khas Bali yang menggambarkan prajurit Bali yang bersiap untuk maju bertempur ke medan laga.

   “_Event ini sangat menyenangkan. Saya bisa bermain  sebelum boarding, Happy Independence Day, Indonesia!,” ucap Alice,penumpang asal Australia.

Tidak berhenti sampai di sini, kali ini, Bali Airport I Gusti Ngurah Rai, turut menggandeng salah satu mitra bisnis memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan, yakni bekerja sama dengan DFS Bali Airport, menggelar pertunjukan karya seni ikonik di area Duty Free Shop Fashion Street Area di Terminal Keberangkatan Internasional. 

    Karya seni megah berupa diorama ombak tersebut merupakan hasil karya kolaborasi seniman lokal Bali, Marmar dan Monez, menggambarkan ombak lautan Bali  menjadi buruan para surfer dunia untuk ditaklukkan. Uniknya, diorama ombak ini dibuat dari sampah plastik dan botol plastik.

   Marmar, seniman pengrajin ogoh-ogoh Bali, kali ini ditantang untuk mengubah ilustrasi hasil karya Monez, ilustrator yang telah melanglang buana dengan memamerkan karya digital dan lukisannya ke berbagai negara, menjadi instalasi seni berupa diorama ombak. Marmar dikenal sebagai pengrajin ogoh-ogoh yang tidak menggunakan material styrofoam setiap kreasinya, demi pelestarian alam.

     “ Kami berkolaborasi dengan DFS Bali Airport, menghadirkan karya seni megah dibuat dari sampah plastik, tujuannya, dengan semangat kemerdekaan, kami mengajak  pengguna jasa bandar udara sadar lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” kata Co. General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Rahmat Adil Indrawan.

      Dalam kegiatan ini, turut berkolaborasi dengan komunitas pencinta lingkungan, Komunitas Bye-Bye Plastic Bags, digawangi duo bersaudara, Melati dan Isabel Wijsen, mereka diakui dunia usahanya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. 

    “PT Angkasa Pura I (Persero),pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali konsisten menerapkan berbagai program bersifat _eco-policy, dan berkomitmen terhadap konservasi alam dan pelestarian lingkungan, “  ungkap Rahmat, seraya menambahkan, tahun 2016 lalu telah mengadakan kegiatan _Eliminatic_ (_Elimination of Plastic_)  mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik di area bandar udara, menuju _eco airport  berkolaborasi dengan komunitas Earth Hour dan WWF (World Wildlife Fund) dengan kegiatan _switch off_ untuk memperingati _earth hour_ setiap tahunnya,” ujar Rahmat Adil Indrawan.

     Selain itu, penanaman pohon bakau, pelepasan tukik, serta kegiatan bersih pantai di sekitar bandar udara, “ Tujuannya , untuk  berpartisipasi pelestarian lingkungan, dan  menginspirasi banyak orang untuk turut serta  peduli lingkungan,” pungkasnya. ( nn )

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *