Gelar MRSF, Kapolda Bali Golose: Jumlah Korban Kecelakaan Lebih Banyak Dialami Milenial

KataBali.com – Denpasar – Millennial Road Safety Festival (MRSF) yang digelar Polda Bali di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon Denpasar dihadiri dan dimeriahkan 60.000 generasi millennial Bali yang diwarnai dengan berbagai kegiatan.

Acara yang digelar di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon Denpasar ini dihadiri Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Forkopimda Provinsi Bali, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat.

 

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose prihatin dengan banyaknya jumlah kecelakaan yang dialami milenial di Bali. Golose menyebut jumlah korban milenial yang kecelakaan bahkan lebih banyak dari korban perang di Suriah.

“Kami dari jajaran kepolisian, kalau tadi saya katakan 603 generasi Bali meninggal dunia lebih daripada perang yang terjadi di Syria, lebih dari korban bom Bali yang hanya 202, ini yang menjadi konsentrasi kita,” kata Golose usai acara Millennial Road Safety Festival 2019 di lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu (17/2/2019).

Golose mengatakan acara Millennial Road Safety Festival ini digelar untuk membudayakan tertib berlalu lintas. Dia juga menyinggung budaya tertib berlalu lintas yang dicontohkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kemudian kalau kita lihat antusias daripada milenial Bali. Saya berpikir waktu kita generasi antipreman dan narkotik, ternyata pada waktu kita melaksanakan ini lebih antusiasmenya berati ini betul-betul contoh untuk keselamatan berlalu lintas dari bapak presiden kita betul-betul meresap, dengan videonya beliau, Presiden Jokowi amat concern dengan keselamatan generasi milenial,” urainya.

“Mereka lah yang mempunyai masa depan, mereka lah yang akan menjadi pengganti-pengganti kami, mereka adalah pewaris Indonesia terutama pulau Bali,” sambung Golose.

Dia mengatakan, acara Millenial Road Safety Festival di Bali memang sengaja digelar meriah seperti pemecahan rekor MURI hingga kembang api karena menyasar anak-anak muda di Pulau Dewata. Tak lupa, Golose mengingatkan warga Bali, khususnya tokoh adat agar selalu menggunakan helm meski sedang memakai busana adat.

“Saya bukan menabrak budaya Bali dengan udeng, tapi kalau kita lihat terlalu banyak korban. 600 orang lebih, 603 tepatnya, dan rata-rata kepala yang pecah dan generasi milenial korbannya lebih, saya tidak bilang kalau generasi tua tidak ada masalah, yang kolonial seperti saya, tapi sayangnya kalau generasi kita ini cuma karena tidak berbudaya lalu lintas yang baik,” ujarnya.

“Sementara kita tahu culture di Bali amat sangat luar biasa. Saya mengimbau kepada tokoh-tokoh, ada bagus memang pakai udeng, tapi lebih bagus lagi pakai helm,” pesan Golose. (*)

 

katabali

Kami merupakan situs portal online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *