PDIPerjuangan Bali Sinerji dengan BNN dalam Pemberantasan Narkoba
KataBali.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) Dalam Rangka Sinergitas Program Pemberdayaan Alternatif bekerja sama dengan DPD PDIPerjuangan Bali.
Bintek BNN Bali kali ini dengan narasumber Ketua BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs I Puru Gede Suastawa, SH, dan Kabag Umum BNNP Bali AKBP Sang Gede Sukawiyasa, Sip MM serta dari DPD PDIPerjuangan Provinsis Bali antara lain I G N Kesuma Kalakan, Tjok Gede Agung, dan I Made Suparta.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula DPD PDIPerjuangan Bali, Jl Cok Agung Tresna no 8, Dangin Kelod Denpasar Timur dan diikuti oleh pengurus DPD PDIP serta9 kabupaten-kota se Bali, Senin 20/3.
Dalam sambutannya Alit Kalakan mewakili Wayan Koster selaku Ketua DPD PDIPerjuangan Provinsis Bali mengatakan bahwa DPD PDIPerjuangan Bali mengapresiasi yang tinggi kepada BNN Provinsi Bali untuk bekerjasama dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Dalam Rangka Sinergitas Program Pemberdayaan Alternatif.
Ini Bukti telah terjalin kerjasama dan sinerjisitas yang baik antara Partai dan BNN dalam rangka melakukan sosialisasi sekaligus berupaya melakukan sinerjisitas dalam penanggulangan bahaya narkoba, khususnya di provinsi Bali kata pria yang akrab dipanggil dengan Alit Kalakan.
Kenapa diadakan di kantor DPD PDIPerjuangan karena sebagai rumah rakyat sehingga DPD PDIPerjuangan welcome dan concern terhadap semua masalah masyarakat termasuk narkoba kata Alit.
Hal ini sesuai sikap pada Kongres IV PDIPerjuangan di Denpasar April 2015 lalu dalam upaya pemberantasan narkoba dan psikotropika serta mendukung upaya percepatan program percepatan misi Indonesia Bebas Narkoba kata Wakil Ketua DPD PDIPerjuangan Bali ini.
Alit Kalakan mengatakan juga supply demand terkait pengguna narkoba ini harus benar dipetakan sehingga bagaimana gerakan preventif dan pemberantasannya.
Dalam masalah penegakan hukum dan penemuan terhadap di lapangan harus benar benar ditegakkan kata mantan wagub Bali ini.
Dalam Bintek ini juga meminta agar BNN bisa menyampaikan kepada kader kader PDIPerjuangan yang hadir pada acara tersebut nantinya akan disosialisasikan ke daerah masing-masing dan mencari metode dan pola, dalam proes penanggulangan yang tepat, pungkas Alit Kalakan.
Sementara itu Ketua BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Drs I Puru Gede Suastawa, SH dalam Bintek BNN Provinsi Bali ini adalah sosialisasi dengan mengadakan hearing, sounding, sharing dengan perserta dari kader kader PDIPerjuangan.
Suastawa berharap kader-kader PDIPerjuangan di Bali meminta untuk terlibat dalam gerakan pemberantasan narkoba ini seperti selain pernah dilakukan dengan melibatkan para pecalang di Bali.
Menurut bintang satu ini pecalang tidak hanya dalam kegiatan adat tapi juga dikasi kewenangan dalam penindakan terhdap narkoba di wilayahnya.
“Ada 5000 pecalang seluruh Bali sudah kerjasama dan kali ini dengan kader-kader PDIPerjuangan dan juga dengan media-media, di Bali, lanjut Suastawa.
Dia mengatakan bahwa selaku pekerja Negara siap melaksanakan tugas tugas Negara yang diemban.
BNN provinsi Bali selain bekerjasama dengan partai seperti PDIPerjuangan juga telah audensi KPUD Bali dalam kaitannya dengan pileg dan pilkada dalam men tes calon calon dari partai yang akan tampil dalam hajat pemilu kedepan dalam mendeteksi terlibat atau tidak dalam penggunaan narkoba lanjutnya.
Dalam sosialisasi kali ini Suastawa memaparkan melalui video dan data data kepada peserta serta menyampaikan bahwa salah satu alat tes bukan hanya melalui air kencing tapi juga diambil sampel rambut.
Karena dalam metode sampling mengambil rambut ini memiliki kemampuan mendetect dalam jangka waktu 6 bulan ke belakang, lanjut dia.
Karena PDIPerjuangan besar dan agar kader militant maka perlu sosialisasi agar kader bebas dari narkoba dan jadi kader handal.
Harapan Suastawa dengan kegiatan sosialisasi melalui Bimbingan Teknis (Bintek) Dalam Rangka Sinergitas Program Pemberdayaan Alternatif kali ini berharap Bali bebas dari narkoba, pungkasnya.
Pada sesi terakhir Kabag Umum BNNP Bali, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, Sip MM menyampaikan tentang apa itu BNN serta kedudukan BNN, latar belakang dan apa narkoba itu, juga bahwa narkoba bagian dari salah satu proxy war.
Menurut Sukawiyasa berdasar UU nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika, BNN dengan 4 pilar yaitu, Pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pemberantasan.
Perlu keterlibatan stakeholder,terutama dengan harapan kader-kader PDIP bisa mendeteksi di tengah masyarakat. bagaimana input output maupun outcome nya.
Dan ada 979 kasus narkoba di Bali pada tahun 2016 menurut data BNNP Bali dan dari semua kalangan dan umur ada semua, mulai dari SD sampai Universitas, dari pengangguran, swasta, PNS, DPRD, TNI, Polri, petani, buruh dan lainnya kata Sukawiyasa.
Selain itu Sukawiyasa meminta kader kader PDIPerjuangan selain pencegahan serta bisa memperjuangkan dalam pemberantasan kehidupan bermasyarakat ketika di lapangan, dan dengan ini sangat membantu kerja BNN Bali yang personil hanya 46 personil perlu sinerjisitas dengan semua kalangan lanjut Sukawiyasa.
Kader kader PDIP hendaknyya pro aktif dalam gerakan preventif di masyarakat, melalui generasi mudanya atau dengan kegiatan positif di masyarakat.
Menurut Sukawiyasa narkoba ini sudah (organized crime) kejahatan teroganisir, dan dampaknya sangat luas dan kategori extraordinary crime. Kedepan memang akan juga ada penambahan personil yang khusus penanganan dalam pemberantasan narkoba.
Dan satu satunya pejabat partai, Dr I Wayan Koster yang jemput pejabat BNN, Komjen Pol Drs Budi Wasesa mulai dari airport sampai buat kerjasama antara PDIP dan BNN. Dan salah satu hal yang positif dan disinerjikan dalam gerakan pemberantasan narkoba tutup Sukawiyasa. jcjy

