Calon Tunggal Picu Penurunan Kualitas Demokrasi
KataBali.com -Potensi adanya pasangan calon tunggal di hajatan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahap II di Buleleng 2017 dinilai akan berdampak pada kualias. Meski dari sisi sisi regulasi memperbolehkan adanya satu pasangan calon atau calon tunggal, namun dari sisi demokrasi, banyak pihak menilai adanya peluang calon tunggal di Pilkada Buleleng bukan saja memicu tingginya angka golongan putih (Golput).
Melainkan, dari sisi kualitas, calon tunggal juga akan memicu turunnya kualitas demokrasi.
Seperti ditegaskan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta. Saat dikonfirmasi Rabu 16/11, ia menyatakan bahwa meski proses tahapan Pilkada masih berlangsung dan masih memberikan ruang bagi calon perseorangan untuk bisa ikut dalam kompetisi pertarungan pemilihan bupati periode 2017-2022, akan tetapi jika nantinya Pilkada benar-benar hanya memberikan ruang bagi calon tunggal, maka ia memastikan bahwa hal itu akan picu penurunan kualitas demokrasi. “Ibarat balap karung, meskipun menang tapi tidak ada lawan. Sehingga dari sisi kualitas, tentu tidak baik,”tegasnya.
Untuk itu, dengan masih berprosesnya upaya hukum yang dilakukan oleh tim advokasi dari bakal pasangan calon Bupati/Wakil Bupati dari jalur perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya, pihaknya berharap bahwa keadilan masih berpihak pada paket Surya. Sehingga harapan masyarakat untuk memilih calon alternatif di Buleleng bisa terwujud. (JCPs)